Dinas Pertanian di Sigi “Salurkan” Ribuan Kilo Bibit Bawang yang Rusak ke Petani

Bahanaindonesia.com – Sebanyak lima kelompok tani di lima wilayah Desa di Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi keluhkan bantuan bibit bawang putih yang disalurkan oleh pihak rekanan kepada mereka. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pertanian, melalui Dinas pertanian dan hortikultura Kabupaten Sigi itu, telah berlangsung sejak awal bulan September 2021 lalu.

Adapun keluhan kelompok tani tersebut, disebabkan karena buruknya kualitas benih bawang putih yang disalurkan kepada mereka. Banyak dari bibit tanaman itu telah rusak dan kering, sehingga tidak memungkinkan lagi untuk di tanam.

Hal inilah yang disampaikan salah seorang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Irfan Sp, kepada awak Media ini melalui telepon selulernya.

“Ya, seperti itulah keluhan para petani binaan saya. Sejak diterima, bibit yang berada dalam bungkusan paket itu, tidak lagi diperiksa oleh para petani, sebab penyalurannya saat itu sudah tengah malam, sekitar pukul 00.00 Wita lewat. Dan begitu hendak ditanam, ternyata bibitnya banyak yang rusak,” tutur Irfan seraya menirukan ucapan para petani kepadanya.

LIHAT JUGA  Satgas II Preemtif Madago Raya Sambangi Mahasiswa PBL Untad di Poso, Tekankan Waspada Kamtibmas

Seusai mendapati laporan tersebut, Irfan pun langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Sigi, Moh Ikbal B Aly Sp Mp.

“Saya lantas laporkan hal ini pada Kadis, agar diketahui bahwa bibit itu banyak yang rusak. Agar dicarikan solusi supaya tidak menjadi kerugian kelompok tani penerima manfaat di lima Desa di Marawola Barat, khususnya kelompok tani yang saya bina di Desa Lewara,” jelasnya.

Disayangkan, kala itu Kadis justeru terkesan turut menyalahkan para kelompok tani yang tidak segera memeriksa bibit bawang tersebut pada saat serah terima, dimana seyogyanya para petani harus menolak bibit tersebut bila telah banyak yang rusak.

Tak cukup itu saja, selaku unsur pimpinan tertinggi di Instansi tersebut, Ikbal pun turut mengedarkan surat perintah untuk segera melakukan penanaman bibit bawang itu segera, pada bulan Desember 2021 lalu.

“Di bulan Desember, petani binaan saya masih terfokus pada perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Sehingga, persiapan penanaman bibit baru dapat dilaksanakan di bulan Januari 2022,” jelasnya, sembari menambahkan, bahwa saat ini para petani binaannya itu belum menandatangani berita acara penyerahan bibit yang dimaksud.

LIHAT JUGA  Gubernur Anwar Hafid Sambut Hangat Kapolda Sulteng yang Baru

Secara terpisah, Luki Sp yang juga merupakan PPL yang turut dimintai informasi, menuturkan, setiap Desa, hanya satu kelompok saja yang mendapati bantuan bibit. Adapun jumlah bantuan tersebut, sebanyak tujuh ribu kilogram (7.000 Kg) perkelompok tani.

Berikut daftar kelompok tani yang masuk dalam binaan PPL wilayah Kecamatan Marawola Barat yang mendapat bantuan bibit bawang putih tersebut, Desa Dombu, Desa Matantimali, Desa Soi, Desa Lewara, serta Desa Ongulero. Artinya, disinyalir jumlah bibit yang tak layak tanam sebanyak 17,5 Ton.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Sigi Moh Ikbal.B.Aly.sp.Mp, yang sempat ditemui langsung oleh tim Bahana Indonesia pada Desember 2021 belum lama ini, guna mengkonfirmasi belum dapat memberikan keterangan secara resmi diwartakan.

Hingga berita ini ditayangkan, di awal Januari 2022 saat ini, belum dapat dipastikan total kerugian petani akibat pengadaan bibit bawang putih yang telah rusak tersebut.

(Hasan Tura/Editor : Adrian Yuliansyah).