oleh

Dari Puncak Tanah Tajio, Tanah Khatulistiwa Untuk Indonesia : “Ba Kuat, Ba Sehat, Baku Jaga Indonesia Ku

PALU – Tidak dapat dipungkiri sebaran virus disease Covid -19 (Corona) semakin mewabah di wilayah NKRI, termasuk wilayah Propinsi Sulteng. Informasi terkini (10/8/2021) berdasarkan reles up date data pusdatina Sulteng terkait data penanganan Covid 19, terdapat 9.562 orang pasien yang dilaporkan sedang dalam perawatan.

Bahkan hari ini sangat mengejutkan, ada 966 orang pasien di wilayah Kabupaten/ Kota di Sulteng kembali dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19, dan sebanyak 812 sampel juga dalam proses lab Dinkes. Angka tersebut tentunya menambah daftar panjang pasien Corona di Sulteng

Indonesia harus kuat, sehat dan harus saling menjaga, itulah pikiran dasar sejumlah kelompok masyarakat di Sulawesi Tengah, untuk menjawab kondisi penyebaran Covid-19 yang kian mewabah.

Sebagai wujud kepedulian sosial dan gerakan melawan Corona, Komunitas MAIMO yang digawangi Dedi Bedolo, akan merangkai kegiatan di puncak Tanah Tajio Kecamatan Toribulu Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah, pada tanggal 16 – 17 Agustus 2021.

Kepada sejumlah media di Palu Sulawesi Tengah, sabtu (7/8/2021), Ketua Panitia Pelaksana Dedi Bedolo mengatakan, giat itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada Pemerintah, khususnya seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman wabah Covid 19.

“Kegiatan dengan tema ” Ba Kuat, Ba Sehat, Baku Jaga Indonesia Ku” itu, nantinya akan berisi sejumlah rangkaian kegiatan,” ujarnya, Selasa, 10/8/2021.

Tema kegiatan sambungnya, disesuaikan dengan kondisi kekinian bangsa dan daerah saat ini, dan momentum waktunya diselaraskan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI,” kata Dedi Bedolo yang akrab dipanggil Puang Tajio itu.

Kegiatan itu nantinya akan dilaksanakan selama dua hari dengan rangkaian kegiatan, yakni, pada Senin Tanggal 16 Agustus 2021 malam, akan di selenggarakan doa bersama lintas agama.

Kemudian, tanggal 17 Agustus pagi, YOGA bersama anak Suku dalam Tajio, sekaligus penanaman pohon Ebony sebagai simbolisasi dukungan moril kepada tenaga kesehatan (Nakes).

Dan, pada Selasa tanggal 17 Agustus 2021 Pagi, giat Terbang Perdana Atlet Paralayang, sekaligus menyanyikan lagu Indonesia Raya dari Puncak Tanah Tajio, jelas Puang Tajio.

Sebagai Putra Tanah Tajio, Dedi Bedolo berharap agar kegiatan tersebut menjadi momentum kekuatan bangsa dan daerah untuk menghadapi ancaman wabah Covid 19.

“Sekaligus menjadi persembahan Tanah Tajio Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah untuk Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan ini didukung penuh sejumlah elemen lintas profesi, Relawan Nasional Lawan Covid 19 (RNLC19), BAKOMUBIN, KONI SULTENG, RELAWAN MERAH PUTIH (RMP), JONG CELEBEST, GP ANSOR, DanYon Perhimpunan Sangga Nusantara SULTENG, ORGANISASI LINTAS AGAMA, Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Sulteng, Kel. Besar Media online Indonesia (DPW MOI) Sulteng, dan Komunitas Jurnalis One The Spot Sulteng.

(Iwn/BI)

News Feed