Satgas Madago Raya dan Warga Tokorondo Peringati Maulid Nabi dengan Penuh Kehangatan

POSO, Bahanaindonesia.com – Masyarakat Desa Tokorondo bersama Satgas III Preventif Operasi Madago Raya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al-Hidayah, Poskotis Madago Raya, Jumat (19/9/2025). Suasana hangat dan penuh kekhidmatan mewarnai peringatan yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Meningkatkan Pemahaman Agama, serta Mempererat Hubungan Silaturahmi Antara Pers Ops Madago Raya dengan Masyarakat.”

Ratusan warga bersama personel gabungan TNI-Polri hadir dalam acara ini. Dari jajaran Satgas III, hadir Pasiops, Pasimin, Pasilog, para Danpos Kamtibmas, Dantim Alfa, serta personel Subsatgas Dokkes, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Kegiatan juga diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Kalora.

Ustadz Andi Ramadhan, pimpinan Ponpes Al-Fatah, turut memberikan tausyiah yang mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai landasan dalam membangun kehidupan yang damai dan beretika.

Kasatgas III Preventif Ops Madago Raya, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial keagamaan, melainkan juga bentuk nyata kedekatan aparat dengan masyarakat.

LIHAT JUGA  Polda Sulteng Matangkan Pengamanan Haul Guru Tua ke-58, 75 Ribu Jamaah Diperkirakan Hadir

“Kami ingin menunjukkan bahwa Satgas Madago Raya hadir bukan hanya untuk tugas keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat,” ujar Kombes Kurniawan.

Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui kegiatan seperti ini dapat membangun kepercayaan dan mempererat silaturahmi, sehingga upaya menciptakan situasi yang aman dan damai bisa lebih efektif.

Warga Tokorondo menyambut baik kegiatan ini. Menurut Ridwan, salah satu tokoh pemuda setempat, kehadiran aparat dalam kegiatan keagamaan menunjukkan komitmen untuk menjadi bagian dari masyarakat, bukan sekadar pelaksana tugas.

“Kegiatan ini membuat kami merasa lebih dekat dengan aparat. Mereka bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial kami,” ungkap Ridwan, tokoh pemuda setempat.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menciptakan suasana kebersamaan yang erat antara aparat dan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk terus mempererat hubungan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Poso.