Putra Desa Pakuli, Gavil Ukir Prestasi Gemilang sebagai Wisudawan Terbaik Magister Untad

PALU, Bahanaindonesia.com– Dari sebuah desa, lahir sosok muda yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Muhamad Gavil, S.Sos., M.I.Kom., putra kelahiran Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, sukses mencatatkan namanya sebagai wisudawan terbaik program Magister (S2) pada wisuda ke-136 Universitas Tadulako (Untad), Kamis (16/4/2026).

Perjalanan Gavil bukan sekadar kisah akademik biasa. Ia tumbuh dari lingkungan sederhana di Desa Pakuli, sebuah wilayah yang dikenal dengan semangat kebersamaan dan kerja keras masyarakatnya. Nilai-nilai itulah yang kemudian membentuk karakter Gavil, tangguh, disiplin, dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita.

Dengan tekad kuat, ia menembus berbagai tantangan hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi Magister Ilmu Komunikasi hanya dalam waktu 1 tahun 3 bulan 27 hari. Lebih membanggakan lagi, ia meraih IPK sempurna 4,0 dengan predikat pujian, sebuah capaian yang menempatkannya di posisi tertinggi di antara lulusan magister lainnya.

“Perjalanan ini tidak mudah, apalagi berasal dari Desa. Tapi saya selalu ingat dari mana saya berasal, itu yang membuat saya terus berjuang,” ungkap Gavil penuh haru.

LIHAT JUGA  Living Our Values, Strategi Hasnur Group Menyongsong Transformasi 2026

Momen haru terasa saat sang ayah, Hasan Tura, hadir mendampingi di hari bersejarah tersebut. Sebagai wartawan, Hasan memahami betul arti perjuangan dan pendidikan. Dengan mata berbinar, ia menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian sang anak.

“Sebagai orang tua, tentu ini kebahagiaan luar biasa. Saya berharap ilmu yang diraih bisa memberi manfaat luas, terutama di bidang komunikasi,” ujarnya.

Dengan rasa bangga, ia menyaksikan buah dari perjuangan panjang yang tidak hanya milik Gavil, tetapi juga keluarga.

“Ini kebanggaan bagi kami, juga bagi kampung halaman. Semoga apa yang diraih bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya.

Suasana wisuda yang berlangsung di Auditorium Untad, Tondo, terasa semakin bermakna. Sebanyak 1.272 wisudawan dikukuhkan dalam prosesi tersebut. Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng, dalam sambutannya menegaskan bahwa lulusan hari ini menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

“Pentingnya lulusan untuk siap menghadapi perubahan zaman, khususnya di era kecerdasan buatan. Para alumni harus adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan,” pesannya

LIHAT JUGA  Residivis Curanmor Dibekuk Satgas Pekat Tinombala 2026 di Palu, Sempat Dihadang Keluarga

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Farid R. Yotolembah, S.Sos., M.Si., berharap para lulusan mampu menjadi motor penggerak pembangunan, termasuk di daerah-daerah seperti Kabupaten Sigi.

Kisah Gavil menjadi bukti nyata bahwa putra daerah pun mampu bersaing dan unggul di tingkat akademik. Dari Desa Pakuli, langkahnya kini semakin mantap menatap masa depan membawa harapan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi tanah kelahirannya.

Wisuda kali ini menjadi bukti komitmen Untad dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Bagi Gavil, gelar dan prestasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Ia bertekad untuk terus berkontribusi dalam dunia komunikasi, membawa semangat perjuangan yang telah mengantarkannya hingga titik ini.