PALU, Bahanaindonesia.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menerjunkan puluhan personel gabungan untuk mengusut tuntas kasus pembakaran Kantor PT Raihan Catur Putra (RCP) di Kabupaten Morowali.
Insiden pembakaran tersebut terjadi pada Sabtu (3/1/2026) malam di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT RCP yang berada di Desa Torete, Kecamatan Bungku Pesisir, Morowali, Sulawesi Tengah.
Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menegaskan, pembentukan tim investigasi merupakan wujud komitmen dan keseriusan Polda Sulteng dalam menangani setiap gangguan keamanan, khususnya yang terjadi di kawasan industri dan pertambangan.
“Polda Sulteng menegaskan bahwa setiap gangguan keamanan akan ditangani secara transparan dan profesional,” ujar Kombes Djoko dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, tim investigasi yang diterjunkan melibatkan personel lintas satuan, mulai dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda), fungsi Reserse, hingga Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).
“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Apabila dalam investigasi ditemukan adanya kekeliruan prosedur, tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum,” katanya.
Lebih lanjut, Kombes Djoko menyampaikan bahwa tim investigasi bertugas mendalami kronologi peristiwa, mengumpulkan keterangan para saksi, serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan kasus pembakaran tersebut.
Di sisi lain, Polda Sulteng juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Ia pun meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk membantu proses penegakan hukum dengan memberikan informasi apabila mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Mari bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Morowali, agar tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.




























