PALU, Bahanaindonesia.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu rutin menyetorkan sekitar Rp5,2 miliar (lima miliar dua ratus juta rupiah) setiap bulan kepada Pemerintah Kota Palu melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor listrik. Pajak ini bersumber dari pelanggan rumah tangga, bisnis, dan industri yang menggunakan layanan listrik PLN.
Manager UP3 Palu PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Ansar, mengatakan, PBJT tenaga listrik menjadi salah satu kontributor penting dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Pajak tersebut otomatis terhitung dalam tagihan listrik pelanggan setiap bulan.
“Melalui pembayaran listrik, masyarakat sebenarnya sudah ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Di Kota Palu, rata-rata setoran PBJT mencapai Rp 5,2 miliar setiap bulan,” ujar Ansar saat ditemui di kantornya di Palu, Jumat (7/11/2025).
Tarif PBJT kata Ansar, ditetapkan berbeda untuk setiap kategori pelanggan, yakni 10 persen untuk pelanggan rumah tangga dan bisnis, serta 3 persen untuk pelanggan industri. Dari wilayah kerja PLN UP3 Palu yang mencakup Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Poso, Morowali, Morowali Utara, serta sebagian Tojo Una-Una, total setoran PBJT diperkirakan mencapai Rp 10 miliar per bulan.
Dorong Investasi Bisnis dan Industri
Ansar, yang baru menjabat sebagai Manager UP3 Palu selama tiga bulan terakhir, berharap pemerintah daerah dapat terus membuka peluang investasi di sektor bisnis dan industri. Menurut dia, semakin banyak aktivitas bisnis dan industri, konsumsi listrik akan meningkat dan berdampak langsung terhadap penerimaan pajak daerah.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memperluas iklim investasi bisnis dan industri di wilayah kerja PLN UP3 Palu. Semakin banyak pengguna listrik, terutama dari kalangan industri, akan semakin besar pula kontribusi PBJT yang diterima daerah,” ujarnya.
Saat ini, PLN UP3 Palu melayani sekitar 150.000 pelanggan di wilayah Kota Palu. PLN juga terus memperluas pelayanan melalui pemasangan kilometer baru dan penguatan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk menunjang kenyamanan dan keamanan masyarakat.
Kemudahan dan Keamanan Layanan Digital
Selain mendorong peningkatan sektor industri, Ansar juga mengimbau masyarakat agar menggunakan aplikasi PLN Mobile dan layanan call center 123 untuk berbagai kebutuhan layanan kelistrikan. Aplikasi tersebut memungkinkan pelanggan melakukan pengaduan, permohonan pasang baru, penambahan daya, hingga pengecekan tagihan secara daring.
Menurutnya, penggunaan aplikasi resmi ini juga penting untuk menghindari pelanggan berurusan dengan oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Dengan PLN Mobile, semua urusan pelanggan bisa lebih cepat, transparan, dan aman. Ini bagian dari transformasi digital PLN sekaligus upaya melindungi pelanggan dari praktik ilegal atau penipuan terkait kelistrikan,” ujar Ansar.
Ia menegaskan, PLN tetap berkomitmen menjaga keandalan listrik dan mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“PLN ingin tumbuh bersama daerah. Ketika ekonomi daerah maju, kami siap memastikan listrik tersedia andal dan merata,” pungkasnya.


























