Pengurus DKST Sudah Demisioner, Forum Penyelamat DKST Angkat Bicara

Bahanaindonesia.com – Menyikapi telah berakhirnya masa jabatan pengurus Dewan Kesenian Sulawesi Tengah (DKST) yang sudah demisioner terhitung tanggal 3 April 2020, sejumlah seniman dan budayawan Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Forum Penyelamat Dewan Kesenian Sulawesi Tengah (FP-DKST) akhirnya angkat bicara dan mengambil sikap agar ada percepatan Musyawarah daerah (DKST).

Hal tersebut ditegaskan salah seorang presidium FP-DKST Smiet Lalove kepada media ini di Palu, Jumat (28/1/2022). Smit Lalove yang ditemani puluhan presidium menuturkan, sikap FP-DKST sangat mendasar karena pengurus DKST periode 2015-2020 telah berakhir dan telah demisioner hampir 2 tahun.

“Pengurus DKST sudah tidak ada lagi alias demisioner dan untuk mengembalikan Marwah DKST sebagai lembaga atau wadah para seniman dan budayawan Sulteng, maka dianggap perlu ada percepatan musda DKST periode 2022-2027,” ujar Smiet.

Olehnya lanjut Smiet, FP-DKST akan mengambil peran dalam menggelar musda DKST dan membentuk panitia pelaksana secara mandiri dan independen. “Inilah beberapa point’ petisi yang disepakati presidium FP-DKST,” lanjut Smiet.

Sementara itu Ashar Yotomaruangi yang juga presidium FP-DKST menambahkan, untuk melakukan percepatan musda DKST, pihaknya akan segera berdialog ke gubernur Sulteng Rusdi Mastura untuk meminta rekomendasi percepatan musda DKST.

LIHAT JUGA  Transformasi Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, PT Nagata Bio Energi Buka Peluang Ekonomi Baru di Kalimantan Selatan

“Insyaa Allah kita agendakan Minggu ini sowan ke pak gub,” ucap Ashar.

Saat disinggung kapan rencana pelaksanaan musda DKST, Ashar mengatakan, musda DKST diselenggarakan pada bulan Februari 2022.

“Waktu dan tempat musda DKST masih kita godok bersama anggota presidium,” pungkasnya.

(NAF)