oleh

Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Desa Touna dan Morut, PT WRL Jalin MoU bersama Koperasi Desa

TOUNA – Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Desa Hutan, PT Wana Rindang Lestari (WRL) telah menjalin kerjasama (MoU) dengan sejumlah Koperasi Desa diwilayah Kabupaten Tojo Unauna dan Morowali Utara.

MoU tersebut terbalut dalam program pembangunan hutan tanaman industri. PT WRL juga memberi bantuan sebesar Rp 15.000.000 (Lima belas juta rupiah) kepada 2 (dua) koperasi, Desa Tojo dan Desa Malino, guna pengembangan pemberdayaan masyarakat Desa Hutan PT WRL.

“Kerjasama yang telah berjalan untuk saat ini, ada dua koperasi, Desa Tojo dan Desa Malino. Kami juga telah memberikan bantuan dana pengembangan dan pemberdayaan masyarakat melalui 2 koperasi tersebut sebesar Rp 15 Juta rupiah per koperasi,” ujar Supriyanto selaku Head HRGA of Comdev PT WRL.

Selain itu kata Supriyanto, pihaknya juga aktif dalam mengakomodir sejumlah permintaan bantuan yang diajukan oleh pihak Desa dan Masyarakat untuk mendukung kelancaran kegiatan sosial maupun pembangunan Desa.

“Baik giat sosial dan pembangunan, misalnya dalam Panen Raya Moraa dan pengembangan pemuda dalam olah raga, keagamaan, kami telah bantu,” katanya.

Untuk diketahui, kata Supriyanto, PT WRL telah mendapatkan ijin usaha dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui SK Nomor 510/Menhut-II/2014. Dengan luas kurang lebih 59.920 Ha, yang tersebar di dua Kabupaten yakni Kabupaten Tojo Una una dan Morowali Utara.

Supriyanto mengatakan, ditahun 2013 (red), PT WRL telah menyelesaikan penyusunan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain itu, PT WRL memanfaatkan peluang lewat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. P.62 tahun 2019 tentang Pembangunan HTI.

Dimana adanya peraturan ini, management PT WRL memanfaatkan beberapa peluang untuk mengembangkan dan menanam berbagai jenis tanaman. Jadi, tidak hanya fokus pada penghasilan kayu. Hal itu jelas diatur dalam Pasal 12 ayat (1), jenis tanaman dalam pembangunan HTI meliputi tanaman sejenis maupun berbagai jenis, kata Supriyanto

“Untuk saat ini, kami juga fokus pada tanaman pokok berupa penghasil kayu, dan tanaman kehidupan, yang nantinya akan menghasilkan hasil hutan bukan Kayu seperti Getah, Gula dan Coklat,” tambahnya.

News Feed