Kesbangpol Donggala Gandeng FKUB Sulteng, Perkuat Moderasi Beragama di Sirenja

DONGGALA – Upaya memperkuat toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Donggala menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi moderasi beragama di Kecamatan Sirenja, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hadir pula Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala, jajaran Kesbangpol, Camat Sirenja, para kepala desa, tokoh agama, tokoh perempuan, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Ketua FKUB Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, hadir sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak masyarakat memperkuat toleransi dan membangun kerukunan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Donggala yang diwakili Asisten III Setda Kabupaten Donggala, Isngadi, mengatakan moderasi beragama diperlukan sebagai upaya membentengi masyarakat dari berbagai paham yang berpotensi mengganggu persatuan dan kerukunan.

Menurut Isngadi, perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi membuat berbagai informasi maupun paham dapat menyebar dengan cepat dan memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

LIHAT JUGA  Cabjari Tompe Gencarkan Sosialisasi Hukum untuk Cegah Korupsi Desa di Donggala

“Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi seperti saat ini, kita tidak boleh lengah. Berbagai paham yang bertentangan dengan persatuan dapat dengan mudah masuk ke tengah masyarakat,” kata Isngadi.

Karena itu, ia menilai kegiatan sosialisasi moderasi beragama penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau paham yang dapat memicu perpecahan.

Isngadi juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi itu tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, rukun, dan aman, khususnya di Kecamatan Sirenja.

Sementara itu, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah rumah besar yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam.

Menurut dia, keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama melalui sikap saling menghormati dan menghargai.

“Indonesia adalah rumah besar dan rumah bersama. Perbedaan suku, agama, dan budaya merupakan bagian dari kebinekaan dan keluhuran bangsa yang harus kita jaga bersama,” ujar Zainal.

LIHAT JUGA  Gubernur: Poros Intim Jadikan Sulteng Rumah Besar Persaudaraan Indonesia Timur

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menghina, mencaci, maupun merendahkan agama lain, terlebih dilakukan di ruang publik.

Zainal menilai kerukunan tidak dapat terwujud tanpa adanya kemauan untuk menerima perbedaan, membangun komunikasi, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan mempercayai.

“Untuk meraih kerukunan, kita harus mampu menerima perbedaan, mengedepankan persamaan, saling menghargai, membangun kepercayaan, serta memahami perkembangan teknologi informasi dan globalisasi,” katanya.

Ia menambahkan, moderasi beragama merupakan salah satu strategi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang toleran dan harmonis.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dituntut mampu menyaring dan menyikapi setiap informasi secara bijak. Sebab, keterbukaan informasi dapat membawa dampak positif sekaligus negatif bagi kehidupan sosial.

“Kesadaran global harus kita pahami agar kita mampu menyikapi keterbukaan informasi secara bijak. Dengan demikian, kerukunan antarumat beragama, toleransi, dan keharmonisan dapat terus kita wujudkan bersama,” pungkasnya.