SALAKAN, Bahanaindonesia.com – Insiden dugaan keracunan massal mengguncang wilayah Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Rabu (17/9). Sebanyak 277 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, dan muntah usai menyantap makanan siang.
Kepolisian Resor Banggai Kepulauan (Polres Bangkep) bergerak cepat menyikapi peristiwa tersebut. Kapolres Bangkep, AKBP Ronaldus Karurukan, S.I.K., mengungkapkan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak Rumah Sakit Trikora Salakan untuk memastikan penanganan medis terhadap para korban.
“Kita mendatangi rumah sakit, kemudian meminta keterangan dari petugas yang ada di rumah sakit maupun orang tua siswa yang mengalami gejala-gejala pusing, mual, dan muntah,” ujar Kapolres dalam keterangannya kepada media, Kamis (18/9).
Polres juga telah membuka penyelidikan awal dengan memeriksa petugas dari SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi), menyegel lokasi penyedia makanan, serta mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Balai POM Palu untuk dilakukan uji laboratorium.
“Untuk selanjutnya kita lakukan koordinasi dengan Balai POM untuk mengirim sampel makanan ke Palu, agar bisa diperiksa di laboratorium,” tambah Ronaldus.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar pendalaman lebih lanjut. Kapolres menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
Sementara itu, RS Trikora Salakan melaporkan bahwa dari total 277 siswa yang sempat dirawat, 233 di antaranya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.
Namun, sebanyak 44 siswa masih menjalani perawatan intensif. Pemerintah Daerah bersama Polres Bangkep menyatakan komitmennya untuk terus memantau pemulihan para siswa serta mengawal proses penyelidikan hingga tuntas.
“Kami akan kawal hingga tuntas, baik terkait kesehatan para siswa maupun penyelidikan penyebab pasti peristiwa ini,” pungkas AKBP Ronaldus.























