oleh

Kejati Sulteng : Penyidikan Perkara Jembatan IV Palu Dihentikan

PALU – Bergulir dalam penyelidikan dan penyidikan sejak bulan Juni 2020 (red) di kantor Kejati Sulteng, akhirnya babak akhir pengananan dan penuntasan perkara kasus dugaan tindak pidana Korupsi pembayaran biaya Eskalasi Jembatan IV Ponulele Kota Palu Sulteng, tahun 2003 – 2007, dihentikan alias tidak dapat dilanjutkan ketahap penuntutan (SP3).

Kajati Sulteng, Jacob Hendrik Pattpeilohy, SH,MH melalui Kasi Penkum Kejati Sulteng, Reza Hidayat, SH, MH menyatakan, penyidikan tindak pidana korupsi Pembayaran Eskalasi Harga Pemerintah Kota Palu Kepada PT. Global Daya Manunggal tidak dapat ditingkatkan ke tahap penuntutan.

Hal itu sambungnya, karena adanya alasan pembenar, tidak selesainya tindak pidana, telah daluwarsa (verjaring) dan tidak cukup bukti

Maka dari itu, perbuatan tersangka tidak memenuhi unsur pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18, Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi


Pasal 1 angka 4 Jo. Pasal 5 angka 4 Jo. Pasal 21 UU 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari KKN maupun turut serta seperti yang diatur dalam Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, maka penyidikan dihentikan, Jelas Reza, dalam siaran Pers Nomor: /P.2.3/KPH/06/2021 tanggal 30 Juni 2021.

Mantan Kasipidsus Parimo itu menambahkan, penghentian itu masing-masing berdasarkan
SP3 Nomor : Print-108/P.2/Fd.1/04/2021 tanggal 21 April 2021 (an. tersangka Imam Daruwahjono, ST).

Kemudian, tersangka An. Ir. Nany Meilena Ruslie dengan SP3 Nomor :Print-106/P.2/Fd.1/04/2021 tanggal 21 April 2021.


Dan terakhir, atas nama tersangka, Ir. Syarifudin, M.Si, dengan dasar SP3 Nomor : Print 107/P.2/Fd.1/04/2021 tanggal 21 April 2021,” pungkas mantan Kacabjari Ampana Wakai itu.

( sumber : Kasipenkum Kejati Sulteng)

Baca Juga : Penanganan Tabir Kasus Jembatan IV Palu Menuai Penantian Publik

News Feed