Bangkit Setelah 14 Tahun, Pasar Seni ITB Jadi Pusat Inovasi dan Kolaborasi

BANDUNG, Bahanaindonesia.com – Setelah absen selama 14 tahun, Pasar Seni Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali digelar pada 17–19 Oktober 2025. Festival seni rupa yang sempat menjadi ikon sejak 1972 ini hadir dengan konsep baru dan skala yang lebih besar.

Mengusung tema “Setakat Lekat”, Pasar Seni ITB 2025 diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, disiplin, dan komunitas. Acara ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung di kampus ITB, Jalan Ganesha, Bandung.

Targetkan 600.000 Pengunjung

Ketua Umum Pasar Seni ITB 2025, Zusfa Roihan, mengatakan bahwa gelaran ini bukan sekadar perayaan seni, tetapi juga momentum membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan.

“Pasar Seni adalah ruang perjumpaan. Bukan hanya merayakan seni rupa, tapi juga membangun gerakan lintas sektor bersama masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers di Aula Barat ITB, Rabu (1/10/2025).

Tahun ini, Pasar Seni ITB menghadirkan 257 tenant, lima food truck, serta sejumlah zona interaktif. Panitia menargetkan kehadiran 600.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan.

Hadirkan Seniman Ternama

LIHAT JUGA  Dari Infrastruktur hingga Baksos, Kunker Kapolda Sulteng di Banggai Penuh Agenda Strategis

Festival ini juga menghadirkan karya dari nama-nama besar di dunia seni rupa Indonesia, seperti Tisna Sanjaya, Entri Soemantri, Wiyoga Muhardanto, Isa Perkasa, Ajiba Haq, serta kolektif seperti Tactic Plastic dan Studio Pancaroba.

Menurut Wakil Rektor ITB, Andryanto Rikrik Kusmara, kehadiran para seniman lintas generasi ini memperkuat posisi Pasar Seni sebagai ruang dialog kreatif dan strategis bagi perkembangan seni di Indonesia.


“Gelaran ini bukan hanya ajang ekspresi mahasiswa, tetapi juga tempat lahirnya inovasi dan kolaborasi yang berdampak luas, bahkan di tingkat Asia Tenggara,” ujar Rikrik.

Lelang Seni untuk Dana Pendidikan

Salah satu rangkaian utama Pasar Seni ITB 2025 adalah Adicitra Ganesha, pameran sekaligus lelang seni yang mempertemukan karya seniman nasional, alumni ITB, dan kreator muda dari berbagai kota.

Lelang akan dilaksanakan pada 8 Oktober 2025, dengan seluruh hasil penjualan disalurkan ke Dana Lestari Pendidikan dan Seni, dana abadi yang mendukung pendidikan tinggi dan riset di bidang seni dan kreativitas.

Festival Ramah Lingkungan

LIHAT JUGA  Partai Buruh Donggala Dorong Sinergi dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Pasar Seni ITB tahun ini juga menekankan aspek keberlanjutan. Dengan dukungan dari sponsor dan mitra strategis, festival ini menghadirkan layanan ramah lingkungan dan zona komunitas yang mendorong kolaborasi lokal.

Panitia juga menyediakan merchandise eksklusif seperti t-shirt, totebag, bucket hat, dan tumbler dengan desain maskot resmi sebagai kenang-kenangan bagi pengunjung.

Pasar Seni merupakan ajang seni terbesar di Asia Tenggara yang diselenggarakan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak tahun 1972. Acara ini bertujuan untuk memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni, mempertemukan seniman dengan publik, serta menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin antara seniman, desainer, musisi, dan masyarakat luas.