BKKBN Pusat Gelar Sosialiasi Cegah Stunting di Palu

Bahanaindonesia.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencanaa Nasional (BKKBN), menggelar sosialisasi yang bertema Komunikasi, Informasi, dan Edukatif (KIE) Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Kamis 29 September 2022.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Emanuel Melkiades Laka Lena selaku Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), BKKBN Pusat, melalui Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Eli Kusnaeli, Kepala BKKBN Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton dan Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Palu dr.Royke Abraham.

Kegiatan seremonial itu juga turut hadiri oleh sejumlah organisasi pemuda semisal HMI, PMKRI, GMNI, PMII, KMHDI, IMM, GMKI, GAMKI, Pemuda Katolik, PERADAH, WKRI, ISKA,P2NTT Sulteng, dan berbagai pemuda di Kota Palu lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Emanuel Melkiades Laka Lena yang juga merupakan anggota dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPR RI menyatakan kesiapannya dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Dikatakannnya, dirinya mendesak BKKBN RI sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi strategi penurunan stunting antar Kementerian/Lembaga sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan membuat program yang inovatif untuk menurunkan stunting sebanyak 10,4% sebagai upaya target penurunan.

LIHAT JUGA  UIN Datokarama Jadwalkan Empat Agenda Strategis, Perkuat Peran Akademik dan Nasional

“Turut diperlukan fasilitas layanan kesehatan untuk percepatan penurunan stunting dan meningkatkan program koordinasi pelaksanaan penurunan stunting di Kementerian/Lembaga terkait.

Kepastian pemenuhan kesejahteraan dan kesehatan kader keluarga berencana, termasuk keikutsertaan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenaga-kerjaan dan kepesertaan PBI,” ucapnya

Ia menambahkan, peranan muda/i di Indonesia dalam penurunan stunting juga diperlukan. Kaum muda perlu untuk merencanakan pernikahan di usia, kesehatan dan kondisi ekonomi yang matang. BKKBN sendiri menyiapkan bimbingan pra-nikah.

Berdasar penyampaian Emanuel, Indonesia menduduki urutan kedua tertinggi angka stunting setelah Myanmar.

“Myanmar paling tinggi 29,2% dan Indonesia 27,7 %. Artinya terburuk dalam menangani gizi ibu hamil dan anak-anak terutama dibawa 2 atau lima tahun. Dan kalau kita lihat angka stunting di Sulawesi Tengah ada di nomor 8 berada di tengah antara Kalimantan Barat dan Papua. Kita hadir disini menandakan bahwa kita semua ini betul-betul ingin menekan angka stunting di Sulawesi Tengah,” Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Sulteng, Tenny Calvenny Soriton dalam paparan materinya menjelaskan, untuk stunting di Sulteng ada 29,7 %, dari seratus anak-anak yang lahir.

LIHAT JUGA  Kajati Sulteng Nuzul Rahmat Rangkul Media, Tekankan Sinergi dan Peran Edukasi Hukum

“Untuk Sulteng, yang paling tinggi Kabupaten Sigi dengan angka 30,7% dan yang terendah ada di Kota Palu dengan angka 23,7%. Jadi rata-rata anak-anak yang dilahirkan di Sulteng kalau kita bulatkan berarti 30/100 anak yang lahir,” Katanya.

Selain penyampaian materi dan sejumlah program, pihak BKKBN turut menggelar sesi tanya – jawab dengan para pemuda yang ada. Beberapa pemuda/i yang hadir merasa penting adanya informasi yang diberikan oleh BKKBN tersebut, dimana mereka dapat mengetahui dampak negatif yang diakibatkan dari perencanaan keluarga yang tidak terkontrol dengan baik.

(A.Yuliansyah)