oleh

Unsur Dewan Profesor Untad Dilaporkan Kasus Penipuan di Polda Sulteng

PALU – Merasa tertipu dalam transaksi jual beli mobil, Zulfikar A.M Kasim laporkan Prof Mery Napitupulu MSc PhD yang diketahui adalah salah satu guru besar dan unsur dewan Profesor Universitas Tadulako (Untad), atas peristiwa dugaan penipuan atau penggelapan yang dialaminya, dikantor Polda Sulteng, pada 26 Juli 2020, pada pukul 10.56 Wita. Dengan Laporan Polisi : 257/VII/2020/SULTENG/SKPT.

Menurut Zulfikar sebagai pelapor pada Kamis tanggal 23 Juli 2020 sekitar pukul 10.56 wita, pihaknya telah melakukan transferan berupa uang melalui Via bangking, atas suruhan pemilik mobil sendiri (Mery) untuk pembayaran (pembelian) satu unit mobil merk/tipe Honda Brio, warna hitam No. Pol DN 1242 IW, sesuai STNK dan BPKB Nama pemilik Mery Napitupulu, kepada oknum yang bernama Arya.

Kemudian, Arya memberikan nomor rekening bank mandiri bernomor 1490xxx, an Rafina Anggreini, dengan jumlah uang yang ditransfer senilai Rp 70.000.000 (Tujuh puluh juta rupiah) dengan tiga tahapan. Namun setelah ditransfer (dibayar) lunas mobil tersebut tidak diserahkan terlapor kepada pelapor.

Atas kejadian tersebut Zulfikar sebagai pelapor merasa keberatan dan dirugikan sehingga melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Senada dengan itu Santi selaku pemilik dana mengatakan pihaknya sangat menyesalkan sikap Mery Natipulu yang terkesan tidak bertanggungjawab alias membela diri, padahal sangat jelas dana tersebut dikirimkan ke Arya atas petunjuk Prof Merry sendiri.

“Intinya mobil, ibu mery jual kita mau beli. Setelah itu ibu mery bilang ke arya saja untuk transaksinya. Jadi kita minta nomor rekening arya, setelah kami transfer uangnya, kami minta hak kami, mau ambil mobil, tapi ini ibu tahan mobilnya karena alasan arya belum transfer ke bu mery, kami jawab itu urusan ibu dan arya, kan ibu yang suruh transaksi ke arya. Katanya nomornya ibu ini di blokir arya.

Semua lengkap ada bukti tanda tangan kwitansi,” kesal Santi dalam isi Whatsapnya kepada redaksi.

Diwaktu yang sama, laporan tersebut dibenarkan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng saat dikonfirmasi pada Selasa (28/7). “Benar Polda Sulteng telah menerima laporan sdr. Zulfikar dengan alamat Jl. Maleo lorong veteran I palu tentang dugaan penipuan dan atau penggelapan sesuai Laporan Polisi nomor LP/257/VII/2020/SPKT/SULTENG tanggal 26 Juli 2020 dengan terlapor sdr. Mery Napitupulu.

Laporan baru diterima penyidik di ditreskrimum, tentunya akan segera ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu,” Ujar Kabidhumas Polda Sulteng melalui Kasubbid penmas Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lesatri saat dikonfirmasi media ini dibilik Whatsapnya pada Selasa Malam pukul 21: 13 Wita. Hingga berita ini ditayangkan Prof Mery belum dapat dikonfirmasi.

(***)

News Feed