oleh

Terima Dana Stimulan, Warga Ampera Palolo Sigi Soalkan Pungutan Uang Rp 100.000

SIGI – Sejumlah warga penerima bantuan dana stimulan Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi keluhkan pungutan dana sebesar Rp 100 ribu rupiah oleh oknum aparat Pemerintah Desa Ampera.

Menurut warga, mereka sebagai penerima bantuan dana stimulan sebesar Rp10 juta rupiah, telah didatangi Hariana, selaku kepala dusun (Kadus) II (dua) untuk mengambil atau menjemput uang sebesar Rp 100 ribu rupiah.

Dan hal ini diberlakukan bagi setiap penerima bantuan dana stimulan (Rp 10 juta) di wilayah dusun satu dan dua, ungkap Rosni sebagai penerima bantuan dana stimulan.

Dalam ceritanya, Rosni mempertanyakan tujuan pungutan uang Rp 100 ribu itu gunanya untuk apa, dan siapa yang suruh? Jawab Hariana bahwa ia diperintahkan oleh kepala Desa dan dana tersebut untuk mengambil dokumentasi gambar rumah yang belum lengkap, memberikan sosialisasi ke warga penerima bantuan stimulan dan untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan pembangunan rumah selesai. Jelas Rosni

Ditempat terpisah, Hariana mengaku bahwa giat itu benar, ia menjelaskan bahwa itu atas dasar surat tugas dari Kepala Desa ( (Kades) Ampera.

“Saya melaksanakan penjemputan uang tersebuat atas dasar surat tugas yang diberikan Kades Ampera, Alfret barani,” aku hariana.

Isi surat tugas itu, kata Kadus Hariana untuk mengambil gambar rumah yang belum lengkap, memberikan sosialisasi kepada warga penerima bantuan stimulan terkait kelengkapan data, antara lain foto copy jilit (3) rangkap berkas pencairan, kemudian foto copy (3) rangkap proposal penyaluran. Dan terakhir foto copy (3) rangkap laporan pertanggung jawaban (lpj), katanya.

“Sehingga menjemput uang dengan warga penerima bantuan stimulan Rp 100 ribu rupiah bagi penerima dana stimulan Rp 10 juta rupiah diwilayah dusun satu dan dusun dua,” tambah Hariana saat ditemui awak media ini dikediamannya pekan lalu.

Kadus Hariana menjelaskan penerima bantuan stimulan di desa Ampera sebanyak 106 orang kepala keluarga (kk). Semuanya sudah di datanginya, namun yang menyetor sebanyak 83 orang saja, jumlah uang terkumpul Rp 8.300.000 (Delapan juta tiga ratus ribu rupiah).

“Uang tersebut telah kami serahkan kepada tim pengelolah percepatan pengawasan pembangunan, (TP4) di rumahnya Kades Ampera, yang diterima pak Amrin dan Ibu finah sebagai tim pengelolah percepatan pengawasan pembangunan,” terang Hariana.

Hariana juga mengakui banyak warga yang mempertanyakan (komplen) namun mereka telah dikumpulkan dibalai desa mendengarkan penjelasan ketua TP4.

“Memang benar ada yang komplen namun pada waktu itu, kami kumpulkan lagi warga dibalai desa untuk mendengarkan penjelasan kordinator tim pak Taslim, dijelaskan hal itu terkait dengan penggandaan pengusulan pencairan dana, penggandaan laporan pertanggung jawaban, setelah selesai pekerjaan rumah tersebut,” ucap hariana lagi.

Hariana juga menambahkan bahwa pembuatan surat tugas yang diterbitkan Kades Ampera atas prakarsa dari mereka kortim dan TP4, setelah memberikan penjelasan terhadap warga dibalai desa.

Sementara itu, Kades Ampera, Alfret barani, saat dikonfirmasi tentang surat tugas yang telah diterbitkannya kepada Kadus mengatakan hal itu demi kepentingan masyarakat.

“Saya berpikir untuk kepentingan masyarakat, agar dana bantuan stimulan tersebut segera dicairkan, dan penggandaan laporan pertanggung jawaban itu yang saya ketahui,” aku Kades.

Sementara itu, Koordinator tim, Taslim menjelaskan mengenai pungutan dana tersebut diketahuinya. Namun tidak menyebutkan besaran jumlah.

” Untuk nominalnya kami tidak pernah menyampaikan,” katanya

Ditanya soal penjemputan uang oleh anggota TP4, oleh Amri dan Finah sebanyak Rp 8.300.000, Ia mengaku mengetahui tetapi tidak mengetahui jumlahnya.

“Iya saya mengetahui, tetapi jumlahnya saya tidak ketahui, mengenai penggandaan kami menitipkan berkas kepada Pemerintah desa, karna setiap kali kami melaksanakan pertemuan, warga sebagai penerima bantuan kurang yang hadir, itulah sebabnya kami menitipkan berkas kepada Pemdes. Kalaupun ada dana yang diterima oleh anggota saya mungkin untuk biaya penggandaan berkas dokumen,” Tandasnya.

(Hsn)

News Feed