oleh

Tangkap Sindikat Specialis Perampasan HP, Begini Pesan Dir Reskrimum Polda Sulteng

PALU – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng, Kombes Pol Novia Jaya SH menuturkan bahwa dari hasil pengungkapan dan pengembangan tersangka Curat, Curas, Curanmor (3C) pada akhir Juni 2020 ternyata pelaku juga adalah specialis perampasan Handphone (HP) yang berkeliaran di Kota Palu, Sigi dan Parigi Moutong.

“Dua pelaku inisial AD (18 th) alamat BTN Kabonena Palu dan MAH (18 th) alamat BTN Baliase Marawola Kabupaten Sigi adalah pelaku specialis perampasan handphone terhadap korban yang rata-rata adalah wanita yang sedang berkendara sepeda motor disaat melintasi jalan-jalan yang sunyi,” ujarnya di hadapan sejumlah media saat konfrensi Pers (9/7/2020) di Mapolda Sulteng.

Pelaku ditangkap tim jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada tanggal 21 dan 25 Juni 2020 terkait dengan kasus perampasan HP di Jalan Durian Palu yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2020, dari sinilah sehingga terungkap 33 TKP lainnya, ungkap mantan Kasubdit Tipikor Polda Sulteng itu.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ada 33 tempat kejadian perkara (TKP) perampasan atau jambret HP yang dilakukan, tidak hanya di wilayah kota Palu tetapi juga merambah ke wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong.

Modus yang dilakukan adalah pelaku sudah mensurvey jalan-jalan yang sunyi dan disaat melihat ada sasaran langsung dibuntuti dengan naik sepeda motor, kemudian dipepet dan langsung dirampas baik tas atau korban saat menggunakan HP nya, kemudian melarikan diri. Ada juga ada modus yang dibuntuti, dipepet kemudian korbannya ditendang hingga jatuh, selanjutnya tasnya dirampas.

Kemudian, hasil rampasan HP oleh pelaku langsung dijual baik kepada perorangan yang membutuhkan HP maupun yang dijual ke Counter jual beli HP bekas dengan harga bervariasi antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 Juta tergantung kondisi HP, inilah yang telah diupayakan tim penyidik dan sampai saat ini baru terkumpul 22 buah HP, jelas mantan Kapolres Parigi Moutong ini.

Untuk itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat untuk hati-hati membeli HP bekas. Terlebih pemilik counter jual beli HP bekas, karena bisa jadi mereka juga akan kita jerat dengan pasal pertolongan jahat atau penadahan.

“Untuk para pemilik konter seccen sebaiknya teliti jika ada HP dijual dibawah standar karena patut diduga barang tersebut adalah hasil curian. Karena konter atau personal dapat juga dijerat hukum sebagai penadah,” tegasnya.

Kombes Pol Novia Jaya menganjurkan sebaiknya konter HP dan personal membuat Surat Pernyataan (SP) kepada setiap oknum yang menawarkan barang dibawah standar harga.

“Baik konter maupun personal,hal tersebut untuk proteksi di hulu dapat berjalan,” artinya ada filter disitu tidak ada lagi yang jual HP curian, pelakunya bingung mau jual kemana tidak ada yang beli, karena jualnya dibuatkan SP.

Selain itu, mantan Kepala SPN Polda Sulteng ini juga berpesan kepada setiap pengendara untuk tidak menggunakan HP saat mengendarai sepeda motor.

“Saya harap khususnya Ibu – ibu ketika menggunakan HP dengan bijak dan jangan menggunakan HP ketika berkendara, karena bisa saja menjadi sasaran atau incaran jambret, mendingan setelah ditempat aman baru menggunakan HP,” Imbuhnya.

(***)

News Feed