oleh

SYR Pasien Covid Positif Viral di Palu, Bisa Kabur 2 Kali dengan Cara Apa?

PALU – Plt RSUD Anutapura Palu, drg Heri Muliadi menerangkan sejak awal SYR dirawat di RSUD (red) dirinya memang tidak merasa nyaman, selalu mau minta pulang, karena dia datang ke Palu mau kerja. Tapi rapid tesnya reaktif dan hasil swebnya positif.

Setiap ditanya, katanya ingat keluarganya. Padahal sudah dinasehati sabar Insya Allah sembuh baru pulang. Namun dia berfikir temannya kerja sedangkan dirinya tidak kerja, kalau mau pulang kampung nantinya mau bawa apa, ucap SYR yang dikutip drg Herry.

Drg Heri Muliadi juga menjelaskan RS Anutapura sejak covid 19 keamanan penjagaan TNI dan Polri sudah sangat membantu dan dibantu satpol PP. Namun dikarenakan semua orang, baik pasien dan pengunjung pakai masker sehingga mungkin sulit membedakan antara pasien dan pengunjung.

Pasien di RS anutapura sesungguhnya dituntut kesadaran dan kesabaran, karena yang lain juga betah dirawat.

Sebenarnya, kata drg Herri, tanggal 1 Juli 2020 SYR sudah bisa pulang jika hasil swebnya negatif, Namun karena hasilnya positif tidak bisa dipulangkan.

SYR kecewa atas hasil swab itu, SYR berkata kepada perawat kenapa yang lain sembuh dirinya tidak.

“Ruangannya tidak bisa dikunci karena sangat beresiko jika gempa dan kebakaran. Saya kunci 4 hari tapi rupanya sangat berbahaya,” cetus drg Herri.

Drg Heri Muliadi juga mengaku dirinya dan tim COVID Anutapura lelah dan capek bahkan dirinya tidak bisa berkata lagi jika tim angkat tangan.

“Saya jujur dan tim covid anutapura lelah dan cukup capek, mungkin diluar tidak tahu kami bagaimana dengan resiko luar biasa tapi karena tuntutan yang diamanakan kepada kami.

Insya Allah moga tim kami kuat, saya tidak bisa bicara kalau mereka angkat tangan hanya Allah yang tahu,” ujarnya dalam chat WA kepada Redaksi bahana.

SYR sendiri menurut drg Herri Muliadi saat ini (4/7 red) sudah berada diKabupaten Takalar. “SYR Sudah diTakalar, kami tidak mungkin bawa kembali lagi, soal dana sumbanganya akan tetap kami kirimkan,” ujarnya.

Diketahui SYR adalah pasien yang terkonfirmasi positif sejak diperiksa masuk Palu bulan lalu. SYR dirawat RSUD Palu, karena tidak betah dirawat pada tanggal 19 Juni sempat kabur dan akhirnya ditemukan Polisi pada 20 Juni 2020.

BACA JUGA : Pasien Covid 19 yang Kabur Sudah Kembali di Kampung Halaman, Berikut Ulasannya

Ia mengaku kabur karena rindu istri yang sedang hamil besar dan niat ke Palu ingin kerja agar dapat membiayai persalinan istri dan keluarga.

Pada tanggal 20 Juni 2020 pasca SYR ditemukan Polisi, pengakuannya memupuk perhatian masyarakat Kota Palu (Aliansi Komunitas peduli SYR) dan KKSS.

Aaliansi Komunitas SYR mengalang dana untuk membantu keluarga SYR, alhasil dari Aliansi Komunitas SYR telah menyerahkan dana sebesar Rp 14.100.000 ( Empat belas juta Rupiah) kepada pihak RSUD Anutapura.

Menurut Ani lestari, dana sejumlah Rp 8.100.000 langsung dikirimkan kepada istri SYR di Takalar. Kemudian Rp 4.000.000 (Empat Juta) disimpan pihak RS untuk SYR jika sembuh nanntinya diberikan. Dan Rp 2.000.000 (dua juta) sebagai sumbangan SYR kepada Pasien Covid (Umar) pemulung yang meninggal.

Pengakuan drg Herri Muliadi dana tersebut masih ada dibendahara, bahkan bertambah karena ada dana sumbangan dari KKSS kepada SYR.

“Semuanya berkisar Rp 15 – 17 Jutaan, kalau tidak salah, Dana tersebut ada dibendahara dan tetap akan kami kirimkan kepada SYR di Takalar, kata drg Herri kepada redaksi dibalik bilik telfonnya Sabtu malam (4/7).

Sungguh ironis, SYR dikabarkan kabur untuk kedua kalinya sekitar pukul 01: 00 dinihari (2/7 red). Meski dalam penjagaan ketat. SYR diduga kabur bersama RJB (pasien positif covid jua). Dan tepat hari Sabtu malam tanggal 4 Juli SYR dikabarkan sudah diKabupaten Takallar.

Entah bagaimana caranya SYR kabur melewati penjagaan ketat 24 jam dari RSUD Anutapura Palu hal ini masih menjadi sebuah misteri….. ?

Dan SYR dapat pula melewati pos penjagaan ketat perbatasan hingga tiba di Kabupaten di takalar?

BACA JUGA : Pasien Covid 19 Kabur lagi, Sekjen LPHPN Minta Walikota Palu Mencopot Plt Direktur RSUD Anutapura

SYR dalam keterangan yang diungkapkan dr Herri Muliadi diatas, tidak betah dirawat karena tidak bisa kerja dan tidak ada uang. Padahal, dana sumbangan untuk SYR Rp 8.100.000 (delapan juta seratus ribu rupiah) telah diterima istri SYR (red).

BACA JUGA : Ani Lestari : Kaburnya Syahrir Saya Pribadi Kecewa, Belum Sembuh Kabur Lagi

Dan walaupun SYR dirawat untuk masa penyembuhan dana sumbangan berkisar sebesar Rp.15.000.000 – 17.000.000 (Lima belas juta – tujuh belas juta) akan juga diperolehnya setelah sembuh.

(iwn)

News Feed