oleh

Soal Pungutan Dana Stimulan di Sigi, Koordinator TP4 : Kami Tidak Pernah Minta dan Suruh Ambil Uang

SIGI – Terkait persoalan pemotongan bantuan dana stimulan yang diungkapkan oleh warga Desa Palamaki, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, bernama Velni, mendapat bantahan keras dari Mohammad Affandi selaku Koordinator Tim Pendamping Percepatan Pembangunan Perumahan (TP4), di wilayah tersebut.

Pasalnya, berdasarkan klarifikasi yang dilayangkan oleh Mohammad Affandi kepada Media ini, bahwa dirinya merasa keberatan atas inisial (FND, red) dalam pemberitaan tersebut.

Dimana dalam pemberitaan yang berjudul Modus Potongan Liar Dana Stimulan ‘Merajalela’ di wilayah Sigi, pada Hari Jum’at 10 Juli 2020 dalam link berita https://bahanaindonesia.com/modus-potongan-liar-dana-stimulan-merajelela-di-wilayah-sigi/, telah terkuak bahwa ada sejumlah oknum yang meraup keuntungan dari pencairan dana stimulan di wilayah Sigi itu.

Ditegaskan Affandi, bahwa pihaknya selaku TP 4 di desa tersebut, tidak pernah meminta uang sepersenpun dari masyarakat penerima manfaat yang berada di Kulawi Selatan seperti apa yang telah diberitakan (red).

Selanjutnya, pihaknya pun tidak pernah menyuruh masyarakat terlebih warga desa khususnya desa Palamaki untuk melakukan pungutan untuk dan atas dasar apapun.

“Sekian Hak Jawab ini kami buat. Atas perhatian dan kerjasama nya kami ucapkan terima kasih,” tutup Affandi selaku Koordinator TP4 dalam email yang dikirimkannya kepada Media ini Sabtu (11/7) hari ini.

Untuk diketahui, dalam pemberitaan sebelumnya, warga bernama Velny dan juga Anry, merasa heran dan mempertanyakan tentang adanya permintaan dana sebesar 1 % ( Rp 250 ribu) dari jumlah pencairan yang mereka (warga, red) terima.

Kepada Media ini, sejumlah warga itu mengungkapkan bahwa permintaan dana itu, dilakukan melalui warga desa setempat yang bernama Sutrisno. Dimana berdasarkan pengakuan Velni, uang sebesar Rp 250 ribu itu diserahkannya langsung kepada Sutrisno.

Menurut pengakuan Velni, dirinya sempat menanyakan perihal tersebut kepada Sutrisno, terkuak lah bahwa Sutrisno melakukan hal itu atas permintaan dari oknum yang bertugas di TP4 yakni FND ( inisial dalam pemberitaan sebelumnya red ) sebagai biaya pembuatan Laporan pertanggungjwaban dan lainnya.
Diketahui bersama, selama proses pendataan, FND beserta anggota lainnya menginap di rumah Sutrisno.

Kepada Media ini, Velni, istri dari Alber Wangko merunutkan soal kejadian permintaan sejumlah uang tersebut saat ditemui di kediaman Kades.

Tak hanya sebatas saksi sejumlah warga disebutkan di atas, Kepala Desa (Kades) Palamaki, Viktor Roy pun mengakui adanya pungutan yang dialami warganya. Selain beberapa saksi yang membenarkan akan kejadian itu, wartawan Media Bahana Indonesia.com pun turut mengambil dokumentasi foto serta rekaman audio saat proses wawancara berlangsung.

(Hsn)

News Feed