oleh

Soal Jual Beli Tanah di Kelurahan Nunu Camat : Saya Merasa Kecolongan

PALU – Adanya Laporan polisi bernomor : LP/381/X/SULTENG/SPKT yang dilayangkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), terkait kasus penggelapan hak yang dilaporkan Ahyar Effendy terhadap terlapor Hamka, terungkap bahwa Camat Tatanga, Drs Andi Sondo Parampasi pun turut menjadi pihak yang dinilai tertipu atas penerbitan Surat Penyerahan Camat Tatanga Nomor : 30/TTG.NN/2020 yang terbit tanggal 21 Juni 2020, Kelurahan Nunu atas nama Syarifuddin Halud.

Inilah yang ditegaskan oleh Camat Tatanga, Andi (sapaannya, red) saat ditemui Bahana Indonesia Kamis 29 Oktober 2020 hari ini.

“Selaku Camat, tentunya Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS), saya tidak berani melanggar aturan yang ada. Saya terbitkan Surat Penyerahan Tanah itu, karena menilai berkas (dokumen, red) yang diserahkan oleh Kelurahan telah lengkap. Namun pada kenyataannya, ternyata terjadi penerbitan dua SKPT berbeda di atas lokasi yang sama,” jelas Camat Tatanga ini.

Dijelaskan terperinci oleh Camat Andi Sondo, dokumen yang dimaksud ialah, adanya keterangan para saksi yang mengetahui persis soal tanah, serta saksi yang bwrbatas langsung dengan lokasi yang dimaksud, serta adanya alas hak atau Surat Keterangan Penguasaan Tanah (SKPT) dari tingkat Kelurahan yang bernomor : 593.21/36/NN.VI/2020 atas nama Hamka.

“Inilah yang terjadi terhadap pembuatan Surat Penyerahan yang kini dipolisikan tersebut. Ternyata ada pihak lainnya yang juga memiliki SKPT di lokasi yang sama yang saya tidak tahu. Dan hal ini tidak dilaporkan oleh pihak Kelurahan ke saya,” tandas Camat seraya menambahkan, akibat hal tersebut dirinya pun merasa kecolongan.

Untuk itu, secepatnya pihak Kecamatan akan mengevaluasi masalah ini dan memanggil para pihak terkait.

“Bila mungkinan, Surat Penyerahan milik Syarifuddin Halud bisa saja dibatalkan. Akan tetapi kami harus jalan sesuai prosedur peninjauan kembali. Jadi kami akan turut melayangkan surat kepada pihak Badan Pertanahan dan juga Badan Pendapatan. Secepat mungkin masalah ini akan kami selesaikan,” kata Camat.

Untuk diketahui bersama, dalam laporan kasus penggelapan hak yang dimaksud, di lokasi tanah yang terletak di Jalan Meranti, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, pada 18 April 2011, telah terbit SKPT atas nama Achmad Effendy seluas 6.550 m2 yang bernomor : 593/21/IV/2012. Namun pada 5 Juni 2020, pihak Kelurahan Nunu kembali menerbitkan SKPT atas nama Hamka.

(Adrian)

News Feed