oleh

Setelah Dinyatakan Berbahaya, Kini Syahrir Dipuji Dirut RSUD Anutapura, Berikut Ulasannya

PALU – Melalui siaran audio yang dibagikan kepada media ini, drg Herry Mulyadi, Plt Direktut RSUD Anutapura, menghimbau agar masyarakat tak perlu kuatir terhadap kasus kaburnya pasien positif Covid yang sebelumnya sempat menggegerkan Kota Palu tersebut.

Perlu diketahui, siaran audio tersebut di bagikan oleh Satuan Tugas (Satgas) Gugus Covid kepada Bahana Indonesia.com, pada Sabtu 20 Juni 2020, pukul 21.58 WITA, malam tadi.

Berikut isinya

“Pasien sedikit ada masalah sama keluarganya. Kangen sama anak – anaknya, sehingga ada sedikit pikiran yang ingin segera kembali ke daerah asalnya, kalau tidak salah daerah Takalar.

Perlu di garis bawahi, bahwa Beliau (Syahrir, red) ini merupakan laki laki sejati, karena beliau datang jauh jauh ke Kota Palu untuk mencari nafkah, semata mata demi anak anak beliau,” ucap Herry memuji pasien positif Covid 19 tersebut, dalam penggalan rekaman yang berdurasi 3,51 menit tersebut.

Masih dalam isi rekaman audio yang sama, Herry sedikit menceritakan, pada malam hari, saat pasien positif Covid tersebut kabur dari Rumah Sakit, beliau (Syahrir, red) sempat keliling di bilangan jalan Pue Bongo, kemudian masuk di Jalan Kemiri, dan bertanya kepada warga tentang posisi lokasi Mesjid Agung.

“Kenapa bertanya tentang Mesjid Agung, karena disitulah teman teman beliau berada. Rekan kerjanya yang sama sama dari Selatan.

Ditempat itulah mereka berkumpul. Malamnya sempat tidur di Mesjid Agung, tapi pagi baru ketemu teman temannya.

Kebetulan Ketua Harian Sirkulensi telah memberi nomor telepon disana, kami juga punya staff disana yang memberi nomor telepon.

Karena memang kemungkinan besar pasien akan kesitu, karena tidak tahu jalan. Oleh karena itu, untuk semua masyarakat Kota Palu Alhamdulliah,” kata Herry.

Ditambahkannya, untuk warga yang di dapat di wani itu, bukan pasiennya. Begitu pula halnya yang di wilayah Pantai Timur, Kabupaten Parigi Mautong.

“Sekali lagi itu, bukan pasien kami, hanya mirip. Yang aslinya, pasien tersebut yang didapat di Mesjid Agung.

Kalau ada berita yang simpang siur, yang benar adalah saudara Syahrir itu semalam nginap di Mesjid Agung.

Kalau ada yang bertanya, tentu dari seluruh teman temannya itu akan diperiksa.

Sesungguhnya teman temanya itu sudah mengetahui kondisi saudara Syahrir, bahwa telah positif, sehingga teman temannya itu tidak ada yang mendekat.

Jadi saudara saudara tidak perlu terlalu kuatir. Karena sesungguhnya suadara Syahrir ini sedang dalam proses penyembuhan, hanya tinggal menunggu hasil swab kedua dan ketiga.

Insya Allah hasil swabnya negatif, agar supaya kembali bekerja dengan teman temannya, sebelum kembali bisa berangkat ke Sulsel,” tutupnya dalam file rekaman tersebut.

Ironisnya, apa yang disampaikan oleh Herry dalam format rekaman itu, pasca ditemukannya Syahrir, sangat berbanding terbalik saat pasien covid itu kabur pertama kalinya. Hal itu dapat dibuktikan dengan beredarnya video Herry yang menghimbau masyarakat untuk waspada.

(Adrian)

News Feed