oleh

Ruas Jalan Sempit Penyebab Kecelakaan di Wilayah Sigi

SIGI – Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah Kabupaten Sigi, kiranya patut menjadi perhatian Pemerintah setempat, maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Pasalnya, sejak Kabupaten Sigi terbentuk di tahun 2008 silam, beberapa ruas jalan poros di daerahnya belum mengalami perubahan signifikan.

Padahal diketahui bersama, intensitas atau jumlah kendaraan yang melintas, setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

“Kondisi ruas jalannya relatif sempit, sementara jumlah kendaraan yang melintas tergolong banyak.

Beberapa sarana rambu rambu lalu lintas dan juga marka jalan, perlu diperhatikan,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resort (Polres) Sigi, Inspektur Dua (Ipda) Sonifati Zendrato SH, saat ditemui Rabu 24 Juni 2020.

Yang menjadi pusat perhatian Polres Sigi saat ini ialah ruas jalan poros Palu – Kulawi, dimana pada ruas jalan tersebut, menjadi jalur utama lintas daerah.

Selain itu, pasca bencana gempa pada 28 September 2018 lalu, pusat pemerintahan kini berada di seputaran jalan poros Palu – Kulawi.

“Kami sudah berulang lagi melakukan koordinasi dengan pihak Pemda Sigi. Dan meminta agar persoalan ini ditindak lanjuti demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Namun demikian, menurut Sonifati saat ditemui di ruang kerjanya, pihak Pemda Sigi pun hingga kini menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, karena ruas jalan poros Palu – Kulawi masuk kategori jalan provinsi.

“Begitu pula halnya dengan penambahan rambu rambu lalu lintas dan perbaikan sejumlah marka jalan. Jadi Pemda Sigi hanya menunggu tindak lanjut dari Pemprov,” tambahnya.

Untuk itu, dalam persoalan ini, Kasat Sonifati hanya bisa berharap agar masyarakat Sigi mampu untuk bekerja sama dalam hal kedisiplinan berkendaraan. Hal ini perlu diperhatikan demi keselamatan berkendara.

(Adrian)

News Feed