Rekrutmen Polri 2026 di Sulteng Dikawal Ketat, Kapolda Tegaskan Anti Calo dan Titip Nama

PALU, Bahanaindonesia.com – Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) menegaskan komitmennya dalam mewujudkan rekrutmen anggota Polri yang bersih dan transparan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung Kapolda Sulteng di Aula Torabelo Polresta Palu, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Irwasda, para pejabat utama, panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, hingga orang tua serta peserta seleksi.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2016 yang mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

“Rekrutmen ini menjadi langkah penting dalam membangun SDM Polri yang unggul, modern, dan bermoral dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Kapolda mengungkapkan, pendaftaran calon anggota Polri telah dibuka sejak 9 hingga 30 Maret 2026 dengan total 1.151 peserta terverifikasi. Jumlah tersebut terdiri dari 1.004 pria dan 147 wanita, dengan rincian 92 peserta Taruna Akpol, 1.030 peserta Bintara, serta 29 peserta Tamtama.

LIHAT JUGA  Kawal Kedaulatan Pangan dan Energi, Wakajati Sulteng Tegaskan Komitmen Berantas Mafia dan Perkuat Kepastian Hukum

Seluruh peserta akan menjalani tahapan seleksi ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, uji akademik hingga penelusuran mental kepribadian. Hal ini dilakukan untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang lolos menjadi anggota Polri.

Kapolda menekankan bahwa pakta integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral yang harus dijaga. Ia mengingatkan adanya sanksi tegas bagi pelanggaran, mulai dari sanksi moral hingga pidana.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak tergiur praktik percaloan atau jalur belakang dalam seleksi. Orang tua diminta memberikan dukungan penuh tanpa mencari jalan pintas, sementara panitia dan pengawas diminta menjaga integritas selama proses berlangsung.

“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai prinsip yang telah disepakati,” ujarnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Djoko Wienartono mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses rekrutmen agar tetap transparan dan akuntabel.

Polda Sulteng berharap seluruh rangkaian seleksi berjalan lancar, objektif, serta menghasilkan anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap melayani masyarakat.