PPAKN Kota Palu Turut Membangun Pertumbuhan Ekonomi Bagi Warga Kayumalue

Bahanaindonesia.com- Kehadiran Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN) Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kota Palu terbukti mampu turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat yang berada di sekitar areal pelaksanaan Ivent Tornament “Kontes Ayam Aduan” yang berada di Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu tersebut.

Hal ini terbukti dengan hadirnya sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) sebagai pelaku Usaha Mikro Kredit Menengah (UMKM) dilokasi pelaksanaan Turnament pada Sabtu (18/05) kemarin. Seperti yang diungkapkan oleh Haspiah (65), salah seorang pelaku UMKM di lokasi saat itu, yang menuturkan bahwa, sejak didirikannya areal pertandingan “Ayam Aduan”, kini dirinya memiliki penghasilan berkisar Rp 2 Jutaan dalam sekali pelaksanaan ivent.

“Kalau hanya ivent ivent biasa, saya bisa mendapatkan penghasilan Rp 2 jutaan dalam sehari. Saya sangat berterima kasih kepada PPAKN yang bisa turut menciptakan peluang usaha bagi kami masyarakat Kayumalue,” Ucap Haspiah, yang mengaku sebelumnya hanya berdagang makanan buatannya via Online.

Hal serupa juga turut diungkapkan oleh Asniar (60), dimana pada setiap hari Sabtu dan Minggu, saat areal pelaksanaan Ivent dibuka, sebagai seorang Janda, kini dirinya mendapatkan penghasilan untuk menghidupi anak serta cucunya.

“Kami berharap, agar pelaksanaan Ivent “Ayam Aduan” oleh pihak PPAKN ini dapat terus berjalan. Saya pribadi beserta keluarga, sangat merasa terbantu sebab kami jadi memiliki tempat usaha,” katanya Asniar saat ditemui di lokasi Ivent yang berada di Kayumalue.

Tak hanya berdampak bagi pelaku UMKM teruntuk para IRT di Kayumalue, sejumlah pemuda setempat juga sangat mengapresiasi hadirnya PPAKN di wilayah mereka. “Lewat retribusi parkir kendaraan, kami kini miliki penghasilan tambahan, khususnya di akhir pekan Sabtu dan Minggu saat pelaksanaan Ivent dilakukan,” kata Foler, warga setempat kepada Media ini.

Sejumlah Tokoh Masyarakat dari berbagai unsur yang ada di wilayah Kelurahan Kayumaleu pun turut mendukung adanya penyelenggaraan Iven Turnament “Ayam Aduan” oleh PPAKN.

Elvi, salah seorang Tokoh Wanita di wilayah itu mengatakan, awalnya dirinya sempat menentang pelaksanaan ivent itu, disebabkan stigma buruk tentang “Ayam Bangkok” dimana praktek perjudian menjadi alasan utamanya.

“Namun, kami akhirnya mencoba untuk memahami bahwa PPAKN adalah salah satu wadah yang ingin merubah perilaku masyarakat, dari ‘pengjudi ayam’ menjadi ‘penghoby ayam’. Sehingga, kami pun harapkan tidak ada tindakan perjudian di areal lokasi ivent. Tetapi warga yang hadir menyaksikan, memang karena mereka adalah penghoby ‘Ayam Bangkok’,” kata Elvi saat menghadiri Ivent Turnament “Kontes Ayam Aduan” pada Sabtu kemarin, yang turut didampingi oleh sejumlah Tokoh Masyarakat lainnya, serta unsur TNI – Polri.

Pasalnya, selama kegiatan yang dilakukan oleh PPAKN Kota Palu berupaya untuk merubah kebiasaan negatif masyarakat ke arah positif, yakni murni untuk salurkan hoby tanpa adanya keinginan berjudi, dirinya akan terus mendukung kegiatan tersebut.

“Dan sangat nyata terlihat, bahwa di lokasi Ivent, masyarakat kami banyak terbantu pertumbuhan ekonominya. Para IRT yang sebelumnya tak miliki penghasilan, kini bisa mendirikan warung makan di lokasi dan para pemuda yang tak miliki pekerjaan, kini tergabung dalam Satgas Keamanan dan ketertiban,” kata Elvi.

Secara terpisah, ADV. Herman Adnyana Saputra SH, Selaku Ketua PPAKN DPC Kota Palu menuturkan, kegiatan yang dilaksanakannya telah mendapatkan Legalitas dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham). Kendati pun demikian, Herman (sapaannya,red) terus berupaya untuk mensosialisasikan bahwa tindak perjudian begitu sangat dilarang di areal kontes.

“Kami berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat saling membantu, saling mengingatkan satu sama lainnya, bahwa perjudian di areal lokasi tidak diperbolehkan,” ucapnya.

Ditambahkannya, kegiatan ini dilakukan, agar para penghobi ayam dapat menyalurkan bakat mereka dalam merawat dan memelihara Ayamnya. Dimana menurutnya, Ayam Petarung juga membawa filosofi tersendiri sesuai nilai nilai yang telah di bawah oleh para leluhur secara turun temurun. Artinya, ada nilai yang tersirat bagi pelaku penghobi Ayam di dalamnya, khususnya dalam hal Pengendalian Diri.

(Iyan)