oleh

Polres Sigi : Upaya Perdamaian Pertikaian tersebut dalam Tahap Mediasi, Video yang beredar di Medsos adalah Hoax

SIGI – Peristiwa pertikaian oknum warga Desa Pesaku dan Rarampadende Kecamatan Dolo Barat, yang terjadi Minggu malam (4/10/2020), mendadak viral dimedsos dan Whatsap group warga Sigi, Kota Palu dan sekitarnya karena adanya video hoax editan yang diedarkan oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyahutama, S.IK melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Iptu Ferry Triyanto mengatakan peristiwa tersebut hanya kesalahpahaman biasa dan saat ini lagi dalam proses mediasi. Vidio yang beredar luas yang dikaitkan dengan Konflik desa pesaku dan rarampadende adalah Hoax.

“Vidio tersebut adalah vidio editan dari video yang diposting oleh sebuah akun di youtube tertanggal 17 Mei 2019 dengan judul ‘Korban Pembacokan Terkena Bacokan | Gengster | Ngeri Ngeliat Nyaa’. Yang diposting pada bulan mei 2019, artinya ini sudah pasti hoax kalau dikaitkan dengan konflik Pesaku-Rarampadende,” ungkap Ferry, saat dikonfirmasi media ini, Selasa malam (6/10/2020).

Polres Sigi juga meminta kepada masyarakat hendaknya menghapus vidio editan tersebut agar tidak memicu persoalan lain lagi.

“Bahwa harus diingat, menyebarkan gambar atau vidio yang tidak benar itu memiliki resiko sebagai pelanggaran hukum. Mari bersama kita bangun rasa persaudaraan dan kebersamaan tanpa hoax dan saling benci untuk menciptakan kabupaten sigi yang aman dan damai,” terangnya.

Peristiwa yang sesungguhnya adalah konflik oknum yang bermula dari ulah oknum pemuda yang bekendara roda dua dan memainkan suara gas motor berulang kali (gas – gas motor).

“Awalnya karena adanya oknum yang memainkan gas motor, dan didatangi sejumlah warga akhirnya kabur, tertinggalah motornya, tidak ada pertikaian dan pembacokan, video itu hoax,” tegas Fery.

Untuk mengantisipasi pertikaian ini, Polres sigi menyiapkan satu regu sat Sabhara dan satu regu personil Polsek yang stand by diperbatasan Desa luku.

Untuk giat patroli Polres dipimpin oleh perwira pengawas (Pawas) bersama unsur satuan fungsi yang piket. Sementara satuan Bimmas dan Intel telah melakukan pengalangan dan himbauan pada Masyarakat untuk kembali berdamai.

Kapolres Sigi juga melalui satuan intel dan Bimmas telah melakukan upaya mediasi untuk segera dilakukan “PERTEMUAN DAMAI” diantara kedua Desa, yang rencananya akan dilakukan besok rabu, 7 Oktober 2020, tempatnya akan ditentukan oleh kedua desa.

Unuk itu Kapolres Sigi, mengharapkan masyarakat kedua desa tersebut untuk dapat menahan diri tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memancing dan membuat ketersingungan antara Desa. Ia juga meminta agar masyarakat menyaring setiap informasi yang diterima dengan baik dan tidak mudah terprovokasi oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Semua pihak diharapkan dapat memberikan kesejukan diantara kedua desa, sehingga pertikaian ini dapat diselesaikan dengan baik. Mari bersama Kita ciptakan Kabupaten Sigi yang aman dan damai,” tandas Fery.

(Nisa)

News Feed