oleh

Polres Palu Kembali Ringkus Pelaku Kejahatan dan Prostitusi di Kota Palu

PALU – Gerakan sapu bersih atas pelaku kejahatan yang bergentayangan di Kota Madya Palu terus menjadi prioritas dan Komitmen AKBP Moh. Saleh, S.IK selaku Kapolresta Kota Madya Palu.

Kali ini, Kapolres Palu didampingi jajarannya kembali membeberkan hasil ringkusan atas pelaku kejahatan pencurian, kekerasan, penganiayaan dan Prostitusi online yang terjadi di Kota Madya Palu pada 10 Agustus 2020. Berikut ringkasan konfrensi Pers Kapolres Palu dan tim yang berlangsung di Mapolres Palu, Senin (10/8/2020).

Kasus yang pertama adalah pelaku pencurian dengan pemberatan, yang terjadi di jalan Slamet Riyadi Kecamatan Palu timur. Modus pelaku menggandakan kunci kos milik korban dan memasuki kos korban, pelaku ditangkap pada Minggu (9/8/2020).

LP Nomor 374/4/2020/ressort sulteng tanggal 24 April 2020, yang mana Polresta Palu melakukan penyelidikan terkait kos – kos an yang ada di jalan slamet riyadi palu.

Kemudian tim mendapatkan informasi bahwa yang diduga melakukan pencurian tersebut adalah laki – laki dengan inisial H dan berdasarkan informasi pelaku berada di jalan Anoa kota Palu. Selanjutnya tim langsung mendatangi dan mengamankan pelaku tersebut pada pukul 18:00 Wita dikosan lorong metro Kota Palu.

Adapun barang bukti yang diamankan adalah 1 buah lektop accer 14 inci warna abu-abu, kemudian sample pick berwarna hitam. Terhadap tersangka diterapkan pasal 363 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama – lamanya 7 tahun.

“Pelaku akan kita proses sampai pengadilan, hasil interogasi pelaku melakukan dengan cara membongkar, memecah dan menggunakan kunci palsu,” Ucap Kapolres Palu.

Yang kedua, kata Kapolres, Polresta Palu mengamankan sejumlah pelaku dengan insisial RS alias BT dengan umur 17 tahun, pelaku melakukan pencurian kambing hidup sebanyak 4 kali, pencurian HP satu kali, kekerasan satu kali. Pelaku diamankan oleh Polsek Palu timur dikelurahan Poboya sekitar 16:10 Wita. Dan hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya bersama inisial A yang saat ini masih buron dalam pengejaran Polisi.

Barang bukti yang diamankan 1 buah motor honda revo warna hitam, dan terhadap pelaku dikenakan pasal 365 KUHP Pidana pencurian dan kekerasan dengan acaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Kemudian Polresta Palu, lanjutnya, juga berhasil mengungkap kasus prostitusi online yang melibatkan 2 orang mucikari pemuda asal Provinsi Gorontalo. Dengan inisial R alias D dan FI alias F.

Peristiwa ini terjadi disalah satu hotel dijalan Patimura Palu, pada hari jumat 7 agustus 2020 pukul 23.37 wita. Peran yang bersangkutan membuat aplikasi medsos witchat dengan menggunakan foto profil dari saksi inisial J dan B.

Dengan menuliskan bahwa pemilik akun berada di palu dan ditawarkan kepada laki – laki idung belang dengan tarif Rp 800.000 perjam (per 1 kali berhubungan seks) dan untuk harga 1 malam Rp 3.000.000 (tiga juta) on time.

Setelah itu para tersangka mendapatkan uang fee Rp 150.000 – 200. 000 per satu kali transaksi dan uang tersebut diberikan saksi dan selanjutnya tersangkalah membalas chat, dan mengatur kesepakatan hotel.

“Dalam penggebrekan di hotel tersebut ke dua saksi tanpa menggunakan busana. ” yang bersangkutan sementara kita proses dan amankan,” ujar lagi Kapolres.

Barang bukti uang tunai pecahan 100 ribu sebanyak 20 lembar (Rp.2 juta), 1 unit HP merk Vivo warna hitam, 1 unit Hp Oppo warna biru dan 1 buah simcard.

Para tersangka diterapkan pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun, Jelas Kapolres.

Kasus yang ketiga, sambung Kapolres, kasus penganiayaan yang dilakukan secara bersama, yang terjadi di jalan kebun sari kelurahan Petobo Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

Satu orang pelaku berhasil diamankan laki-laki umur 15 tahun 6 bulan inisial R, pelaku berhasil diamankan pada Sabtu (8/8) diwilayah pasar lasoani. Modus operandi pelaku melakukan kekerasan secara bersama – sama terhadap korban, berdasarkan LP Nomor 670/7/2020. Dan satu orang temannya insial K telah dibuatkan DPO.

Barang bukti yang diamankan 1 (satu) unit motor, yang digunakan pelaku pada saat menganiaya korban. Terhadap pelaku pasal yang disangkakan pasal 70 ayat 2 (1e) Undang – undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang sistem Peradilan Pidana Anak dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Kami Polres Palu tetap akan terus mengejar pelaku kejahatan baik kejahatan konvensional, Prostitusi, Narkotika, Saya juga mohon dukungan meminta kepada masyarakat apabila mendengar, melihat disekitarnya terjadi kejahatan silahkan laporkan pada Polsek terdekat, medsos dan nomor – nomor yang telah kami sebarkan,” Tutup Kapolres Palu.

(Iwn)

News Feed