oleh

Polda Sulteng Ungkap Tiga Kasus Kriminal di Kota Palu

PALU – Maraknya kasus kriminal pencurian dengan cara kekerasan di Kota Palu dan sekitarnya menjadi perhatian utama Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah, sebagai wujud Polri menciptakan Kamtibmas Kondusif masyarakat semakin produktif.

Hal itu terbukti dengan diringkusnya kelompok Curat, Curas dan Curanmor oleh Polda Sulteng melalui tim khusus Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada 21 – 24 Juni 2020.

Dalam keterangan Konfrensi Pers, Kamis Siang tadi (9/7) Kapolda Sulteng melalui Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Ditreskrimum) Kombes Pol Novia Jaya SH. M.Si menerangkan, pengungkapan tiga kasus tersebut berdasarkan laporan masyarakat dibulan Juni 2020.

Yang pertama Laporan Polisi pencurian yang terjadi dijalan tanjung satu, kemudian LP, 21 Juni dijalan durian dan LP, 19 Juni yang terjadi dijalan Miangas.

Untuk tersangka kasus yang terjadi di jalan tanjung satu, tersangka yang diamankan yakni DK alias MAB alias N, RWM alias I dan R alias RY.

DK ditangkap tim Scorpion Polda Sulteng di jalan Halmahera, Kelurahan Lolu utara Kecamatan Palu timur pada 21 Juni 2020. Dan RWM ditangkap di jalan Anoa, Keluahan Tatura pada 22 Juni 2020. Dan R alias RY ditangkap dijalan trans sulawesi Toboli Kabupaten Parigi Moutong pada 23 Juni 2020.

Dari ketiga tersangka, diperoleh barang bukti yang diamankan 1 unit sepeda motor yamaha Mio 33, satu buah STNK, dan BPKB.

Foto : Babuk Curanmor (9/7/2020) Polda Sulteng

Selanjutnya sambung Kombes Pol Novia Jaya, didampingi Kasubdit III Jatanras dan Kasubbid Penmas Bid Humas Kompol Sugeng Lestari, bahwa kasus yang terjadi dijalan Durian, tersangka yang diamankan AD alias D dan MAH alias A. Keduanya ditangkap di dua tempat berbeda, di Jalan Towua Palu Selatan dan Kelurahan Ujuna Palu Barat.

Dengan barang bukti, 1 unit sepeda motor merk honda beat, satu buah anak kunci, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio S warna putih, 1 lembar STNK, 1 lembar pajak motor honda beat, dan 22 unit handpone berbagai merk.

Foto : Babuk Handpone

Kemudian, Kasus LP yang terjadi dijalan Miangas Palu timur pada 19 Juni 2020. Tersangka yang diamankan M alias H dan AK alias I. Keduanya ditangkap tim Jatanras Polda Sulteng di jalan Tombolotutu Kota Palu dan Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.

Barang bukti yang diamankan 1 unit sepeda motor merk yamaha mio dan 1 unit sepeda motor merk honda warna orange.

“Terhadap para pelaku kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun.” terang mantan Kepala SPN Polda Sulteng ini.

Kombes Pol Novia Jaya juga mengungkapkan bahwa dari hasil pengembangan ternyata tersangka adalah spesialis pencurian handpone.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada setiap pengguna HP, untuk tidak menggunakan HP saat mengendarai sepeda motor

“Saya harap khususnya Ibu – ibu ketika menggunakan HP dengan bijak dan kepada setiap pengendara motor jangan menggunakan HP ketika berkendara, karena bisa saja, jadi sasaran target jambret,”pintanya.

Selain itu, Ia juga menegaskan kepada para pemilik konter untuk meneliti setiap handphone yang dijual orang jika dibawah standar harga, karena patut diduga barang tersebut adalah hasil curian. Karena konter atau personal dapat juga dijerat hukum sebagai penadah.

Untuk lebih amannya kata mantan Kasubdit Tipikor Polda Sulteng ini, sebaiknya konter dan personal sebagai pembeli membuat surat pernyataan (SP) kepada setiap oknum yang menawarkan HP dibawah standar harga, agar ketika ada apa – apa, punya bukti SP.

“Baik konter maupun personal, hal tersebut agar proteksi di hulu dapat berjalan,” pungkasnya.

(***)

News Feed