Polda Sulteng Tetapkan 85 Peserta Lulus Seleksi Bintara dan Tamtama Polri 2026

PALU, Bahanaindonesia.com – Polda Sulawesi Tengah menetapkan 85 peserta lulus terpilih dalam seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Penetapan dilakukan melalui Sidang Akhir Tingkat Panitia Daerah (Panda) yang dipimpin Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Nasri di Rupatama Mapolda Sulteng, Jumat (3/7/2026).

Sidang akhir dihadiri jajaran pejabat utama Polda Sulteng, pengawas internal dan eksternal, serta disaksikan orang tua maupun wali peserta sebagai bentuk transparansi proses seleksi.

Kapolda Irjen Pol. Nasri mengapresiasi panitia daerah yang telah menyelenggarakan seluruh tahapan seleksi secara profesional hingga berjalan aman, tertib, dan lancar.

“Seluruh rangkaian seleksi dapat terlaksana dengan baik berkat kerja keras dan dedikasi panitia,” kata Nasri.

Ia menjelaskan, proses penerimaan diawali dengan pendaftaran secara daring pada 9-30 Maret 2026. Sebanyak 1.059 pendaftar dinyatakan terverifikasi, terdiri atas 925 pria dan 134 wanita. Dari jumlah itu, 1.030 orang mendaftar sebagai calon Bintara, sedangkan 29 lainnya merupakan calon Tamtama.

Peserta kemudian mengikuti serangkaian tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, uji akademik, kesamaptaan jasmani, penelusuran mental kepribadian, asesmen mental ideologi, hingga supervisi Panitia Pusat.

LIHAT JUGA  Kapolda Sulteng Pimpin Anjangsana Hari Bhayangkara ke 80

Berdasarkan hasil sidang akhir, sebanyak 85 peserta dinyatakan lulus terpilih, terdiri atas 76 calon Bintara, yakni 67 pria dan 9 wanita, serta 9 calon Tamtama.

Kapolda menegaskan hasil seleksi merupakan hasil objektif yang dapat dipertanggungjawabkan dan sepenuhnya berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.

“Apapun hasil yang diumumkan merupakan hasil terbaik sesuai kemampuan diri masing-masing peserta dan telah dilaksanakan secara objektif, transparan, serta akuntabel,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol. Djoko Wienartono mengatakan, peserta yang dinyatakan lulus selanjutnya akan mengikuti pendidikan pembentukan Polri.

Menurut dia, seluruh proses seleksi menerapkan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, guna menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.