oleh

Peringati 2 Tahun Pasca Bencana, Abd Rahman ST.IAI : Mari Bersama Kita Doakan Mereka

PALU – Tidak bisa dipungkiri meski 2 (Dua) tahun telah berlalu, peristiwa bencana alam Gempa, Tsunami dan likuefaksi yang terjadi dikota Palu 28 September 2018 lalu merupakan peristiwa yang sangat mengiris hati dan menyisahkan duka yang mendalam bagi warga kota Palu dan sekitarnya.

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya adalah satu tempat penguburan masal para korban bencana tersebut. Dalam amatan media ini, sejak tanggal 28 September 2020, ratusan warga kota Palu terlihat berbondong – bondong datang menziarahi TPU ini untuk menabur bunga dan berdoa.

Hal ini pula dilakukan sejumlah pimpinan partai koalisi, pimpinan relawan dan simpatisan pendukung calon Walikota dan Wakil Walikota Palu, Hidayat – Habsa yang bersatu dalam “Koalisi Palu Bangkit”. pada pukul 16: 20 Wita, (29/9/2020) dipimpin langsung ketua Koalisi Palu Bangkit, Abd Rahman ST.IAI dan Muhammad Sandiri La anto.

Hal itu dilakukan mulai dari mengucapkan salam ketika datang ke kuburan, hingga memohonkan ampunan kepada Allah atas orang – orang korban bencana yang telah meninggal dan mendoakan kebaikan serta penaburan bunga.

“Berziarah kubur ini sangat dianjurkan, karena selain dapat mengingatkan kita kepada datangnya hari kematian juga akan memberikan kebahagiaan kepada si mayit (ahli kubur) karena telah dikirimi bacaan doa-doa.” kata Umang sapaan akrab Abd. Rahman.

Doa-doa atau sedekah yang ditujukan oleh orang yang masih hidup kepada si mayit insya Allah akan tersampaikan dan akan menambah amal kebaikan si mayit.

“Semoga Allah SWT, memberikan ampunan dan kebahagian bagi mereka semua yang telah mendahului kita, Amiin,” ucap Umang.

“Ziarah ini bukan sebatas datang di area pemakaman, tetapi wujud mengingat kematian dan masa depan akhirat yang akan dilalui manusia. Dengan ziarah kubur, manusia akan mempersiapkan diri lebih baik dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.

(Iwn)

News Feed