oleh

Penipuan Modus Tanah Kavling Oknum Guru di Batam Dipolisikan

BATAM – Aksi penipuan dengan modus operandi jual beli tanah kavlingan di kawasan Patam Lestari, Kota Batam kini telah viral di media sosial facebook.

Dalam postingan sebuah akun bernama Batam Masker Agid di sebuah grup facebook, yakni Wajah Batam pada 29 Juni 2020 lalu, terungkap bahwa terduga pelaku penipuan berinisial Sto, diketahui merupakan seorang oknum Guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah tersebut. Dari informasi yang dihimpun, terduga Sto diketahui berdomisili di Patam Indah, Kota Batam.

Dalam postingan yang sudah dibagikan lebih dari 202 kali itu, disebutkan bahwa terduga Sto melakukan penipuan terhadap korbannya dengan cara menjual tanah kavlingan yang masih dalam proses sengketa, yakni memiliki kepemilikan hak atas tanah (sertifikat, red) ganda.

“Kami sudah menyetorkan uang rata-rata 20 jutaan keatas, kami meminta saudara Sto untuk mengembalikan uang kami sebagai bentuk pertanggung-jawabannya,” tulis Batam Masker Agid dalam postingannya yang telah dilike ribuan netizen itu.

Terkait aksi penipuan oknum Sto ini, dalam dokumen yang diterima redaksi media kami, kasus ini sudah dilaporkan ke Kepolisian Sektor Sekupang Batam dan teregister dengan Laporan Polisi (LP) nomor : LP-B/V/2020/SPKT/Kepri/BRL/SEK.SKP, pada hari minggu 10 Mei 2020 lalu.

Sebagai Pelapor atas nama Selamat Siregar, warga Kawasan Industri Sekupang RT 003 RW 005, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Dalam LPnya, korban Selamat Siregar menyampaikan kronologis aksi penipuan itu, yakni pada hari minggu 16 oktober 2018 lalu, sekitar pukul 10.00 Wib, saat korban pulang kerja dan lewat dari jalan Patam Indah Lestari dan melihat ada pekerjaan proyek. Korban pun lantas singgah dan bertanya kepada seorang sopir lori yang ada disitu.

Melalui sopir itu Selamat lantas mendapat info bahwa kawasan tersebut akan dibangun kavling perumahan dan kalo berminat bisa menghubungi Sto, yang kini menjadi terduga aksi penipuan yang dimaksud.

Esok harinya, korban pun didampingi istrinya, lalu menemui Sto dirumahnya. Saat itulah terjadi transaksi pembelian satu kavling senilai Rp 30 juta, ditambah dengan Rp 2 Juta sebagai uang DP untuk kavling kedua.

“Jadi saya beli dua kavling tanah. Yamg satu saya bayar tunai lunas dan satunya lagi masih di panjar. Atas kejadian ini, saya telah dirugikan puluhan juta rupiah, ” ujar Selamat dalam laporannya.

Untuk itu diharapkannya, agar aparat kepolisian dapat segera menindak lanjuti masalah ini. Sebab, kata Selamat, bukan hanya dia saja yang menjadi korban Sto, namun baru dirinya lah yang berinisiatif untuk mempolisikan Sto.

“Sudah banyak yang jadi korbannya. Termasuk beberapa diantaranya setahu saya berprofesi sebagai jurnalis,” ungkap Korban kepada Media ini, Ahad 12 Juli 2020 hari ini.

Hingga berita ini ditayangkan, Sto yang dicoba untuk dikonfirmasi belum dapat ditemui.

(IRS)

News Feed