oleh

Pengedar Nakoba 25 kilo di Palu Terancam Hukuman Mati

PALU – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Irjen Pol Syafril Nursal menegaskan dua orang pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 25 kilo gram jaringan internasional yang ditangkap di Palu (Minggu 28/6, red) terancam hukuman mati.

“Para tersangka dapat dijerat pidana dengan hukuman mati atau seumur hidup akibat menyelundupkan narkoba seberat 25 kilo gram,” ujar Kapolda dalam konfrensi Pers (30/6) di Mapolda Sulteng.

Sebelumnya, para tersangka dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis hartop warna putih yang hendak masuk ke Kota Palu, pada minggu malam 28 juni 2020 pukul 22.30 Wita.

Kapolda Sulteng Syafil nursal mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil informasi dari masyarakat tentang adanya pengangkutan barang yang diduga narkoba dengan menggunakan mobil menuju Kota Palu.

Dari informasi tersebut, tim khusus Ditnarkoba Polda Sulteng melakukan penangkapan dan menemukan narkoba jenis sabu-sabu yang dibungkus dalam dua dos besar dan berisikan 25 paket sabu dengan berat 25 kilo gram.

Diketahui, penangkapan terjadi saat dua pelaku yakni R alias O umur (36) tahun warga palu dan M umur (38) tahun warga Kabupaten donggala melintas di pos pemeriksaan gugus tugas covid-19 diwilayah pantoloan palu utara

Kedua pelaku sempat mengelabui petugas dengan mengatakan isi dalam dos tersebut merupakan kiriman berupa tepung. Namun usaha itu tidak berjalan mulus sebab petugas sudah mengendus aksi pelaku.

Saat ini pihak polda sulteng sedang melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap bandar besar sabu tersebut.

(Rdn)

News Feed