oleh

Pemdes Lonu Apresiasi Program Dana Desa

BUOL,BAHANA INDONESIA – Program Dana Desa yang bergulir sejak 2015 lalu tidak dipungkiri sangat memberikan dampak positif bagi Desa – desa di seluruh Indonesia, seperti halnya di Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu, Kabupatrn Buol Sulawesi Tengah.

Ditemui awak media ini (23/7), Haris selaku Bendahara Desa mengatakan bahwa dengan program dana desa segala tujuan untuk meningkatkan dan mendorong kemajuan desa dapat memaksimalkan potensi-potensi dan dapat mensejahterakan masyarakat didesa.

“Dengan peningkatan jumlah dana yang dialokasikan, Kepala Desa berharap dapat meningkatkan pula persentase keberhasilan program ini,” ungkap Haris

Dia menambahkan, keberhasilan itu dapat diukur dari pemanfaatan dana desa untuk sesuatu yang dapat memajukan desa itu sendiri.
Salah satu contohnya dapat dilihat dari keberhasilan Desa Lonu yang berhasil memanfaatkan program dana desa sehingga dapat mengubah Desa Lonu yang dulu dikenal miskin menjadi desa yang maju secara perekonomian.

“Dengan pemanfaatan dana desa digunakan untuk membangun infrastruktur, belanja barang dan jasa publik, serta modal mendirikan BUMDes yang kini menjadi penggerak perekonomian warga,” jelas Haris

Beberapa pemanfaatan dana desa itu adalah dengan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa di desa tersebut, dimana BUMDes itu sendiri bertugas untuk mengatur dan mengelola segala potensi yang dimiliki desa tersebut agar dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga Desa Lonu, kata Haris.

Sebagai Bendahara Desa,  Ia juga sangat menyayangkan adanya pemberitaan miring yang di lansir salah satu Media di Sulteng, terkait informasi penyimpangan pembangunan jalan kantong produksi sepanjang 800 meter dengan menghabiskan anggaran Rp 80 Juta, dimana dalam pemberitaan media tersebut pekerjaan tidak diselesaikan, padahal faktanya tidak demikian, volume kerjanya bahkan dilebihkan.

“Kami sangat menyangkan pemberitaan media tersebut tanpa konfirmasi, seharusnya Wartawan turun lapangan langsung melihat, tidak harus hanya dengar info dari orang tidak bertanggung jawab, agar beritanya tidak HOAK saja,” pungkas Haris mengakhiri.

Senada dengan itu, Sekretaris Desa Lonu, Jubair Alui mengatakan terkait soal pemberitan salah satu Media ini sangat disayangkan karena sebelumnya tidak pernah Wartawan datang meliput bahkan wawancara kepihak Pemerintah Desa untuk menanyakan tentang masalah tersebut, tiba- tiba koran sudah beredar.

“Berita yang sudah jelas-jelas HOAK kok malah dijadikan Headline, mestinya ditelusuri dulu sumbernya, jangan asal dinaikkan, ini kan merugikan kami secara moral dan institusi, kami merasa sedih dengan pemberitaan ini, makanya saya mencoba kontak dengan PWI SULTENG,” keluhnya.

(Basri)

News Feed