oleh

Pemdes Baluase Terkesan “Abaikan” Program Cegah Covid 19 Bagi Warga

SIGI – PJ Kepala Desa Baluase dan bendaharanya, terkesan tidak memperdulikan situasi dan kondisi warga masyarakatnya dalam menghadapi pencegahan virus covid 19.

Buktinya, Dana Desa 30% yang harusnya diperuntukan pembelian alat dan bahan kepèntingan pencegahan virus covid 19 hanya dibayarkan untuk gaji aparat desa, BPD dan Lembaga desa lainya. Hal ini dituturkan empat orang warga Desa Baluase Gfr, Irn, Ak dan Arn kepada awak media ini (6/5/2020.

“Sampai saat sekarang kami belum melihat aktifitas Pemdes Baluase melakukan program pencegahan virus covid 19, seperti di Desa lain yang ada dikecamatan Dolo selatan, anehnya mereka (Pemdes) seperti diam saja.

Sementara perkembangan yang kami dengar dan lihat, baik di media cocial maupun dalam berita sangat memperhatinkan, ” kata mereka.

Menurut mereka berempat pada saat wawancara, “Hal ini tidak bisa didiamkan karna sepengatahuan kami, instruksi Presiden Dana Desa 30% tersebut diperuntukan kepentingan pencegahan virus covid 19 dan bantuan langsung tunai kepada masyarakat. Sekarang dana tersebut sudah tidak ada lagi, yang katanya menunggu pencairan Alokasi Dana Desa ( ADD ).

Ditempat yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lamami S.Pd saat dikonfirmasi atas hal itu mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara resmi prihal itu.

” Hal itu mereka yang mengetahuinya saya selaku ketua BPD tidak mengetahui sama sekali, bahkan pada saat itu, saya telah sampaikan amanat dari Kepala PMD dari Kabupaten agar berkoordinasi, mereka ( Kades dan bendahara).

Tapi mereka tidak lakukan, jadi kalau di tanyakan hal itu saya tidak tahu. Bahkan  tiba – tiba pada sosialisasi dana stimulan saya diberitahukan terima gaji lima bulan, kami BPD sebanyak tujuh orang masing lima juta rupiah,” jelas ketua BPD Baluase.

Ditemui ditempat terpisah, PJ Kepala Desa Baluase, Sahrudi membenarkan peralihan dana desa 30% sebesar Rp.400.000,000 (empat ratus juta rupiah ) dengan uraian telah dibayarkan gaji BPD, Rp.35.000.000 ( tiga puluh lima juta rupiah ) dan gaji pegawai atau aparat desa dan lembaga desa lainya.

“Totalnya sejumlah Rp.360.000.000 ( tiga ratus enam puluh juta rupiah) sisanya Rp.40.000.000 (empat puluh juta ) di belikan beras dua ton senilai Rp.22.000.000 (dua puluh dua juta),” paparnya.

Soal bagaimana penanganan untuk mencegah virus covid 19, sampai sekarang kami belum ada kegiatan, karena bahan – bahan yang kami gunakan masih dipesan, dan akan kami bayarkan ketika Alokasi Dana Desa, karna itu yang kami pakai untuk kegiatannya, sementara alokasi dana desa bila dicairkan menunggu laporan kegiatan pencegahan covid 19, tambah Kades Baluase.

Ditanya soal alasan pengalihan dana tersebut Kades Baluase menjelaskan pihaknya masih menunggu edaran jelas dari Pemkab Sigi tentang penanganan covid 19.

( hsn)

 

News Feed