oleh

Pelaku Judi Online di Palu diringkus Polisi, Dirkrimsus Polda Sulteng : Omzet mereka Capai Rp 1.2 M Perbulan

PALU – Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng kembali melakukan pengungkapan perkara tindak pidana bidang informasi dan elektronik.

Ada 9 (Sembilan) orang pelaku yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka pelaku judi online, ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Pranoto S.Ik, dalam konfrensi Pers pagi tadi Kamis (28/1) di Palu.

Menurut Didik, pengungkapan ini berdasarkan LP – A/16/2021 Sulteng/ SKPT tanggal 17 Januari 2021. Surat perintah dimulainya penyidikan SPDP/05/1/2021 Ditreskrimsus 22 Januari 2021 dan surat perintah penyitaan, nomor SP – sita 08/1/2021.

Didik menjelaskan penangkapan para tersangka ini pada (16/1) saat sedang melakukan judi online dijalan Situhu kelurahan Tondo kecamatan Palu timur, dengan cara menerima whatsap dan SMS dari pengumpul.

8 (delapan) orang karyawan kerja sebagai sortiran yang menerima Via Whatsap dan SMS dari pengumpul yang yaitu MS, KA, BW, FB, NL, SE dan S. Dan 1 orang Bandar DS alias Ci.

Dengan demikian ada 9 (sembilan ) tersangka yang berhasil diamankan tim subdit V siber Ditreskrimsus Polda Sulteng, Jelas Didik.

Senada dengan itu, Direktur kriminal khusus Polda sulteng, Kombes Pol Afrisal menambahkan modus operandi tersangka membuka kegiatan perjudian online dengan cara menerima Whatsap ( WA) dan SMS dari pengumpul.

Kemudian direkap menjadi satu setelah itu difoto kembali dengan menggunakan HP android lalu dikirim ke pengelola praktek perjudian online.

Dan untuk mengetahui nomor atau angka yang keluar sebagai pemenang dengan cara membuka geogle di data SGP ( Singapura).

“Dari kegiatan ini, omzet keutungan yang dihasilkan Rp 50 – 65 jutaan perhari, jika ditaksir perbulannya sekitar Rp.1, 2 Milliar,” ujar Dir Aprizal.

8 orang dari tersangka pencatat rekap khusus bisnis ini, menguasai komputer dan website, mereka warga Sulteng. Dan 1 orang adalah bandarnya DS adalah warga Medan.

“Kasus ini sementara dalam pemgembangan penyelidikan dan Penyidikan, websitenya kami blokir dan barang bukti laktop dll sudah disita dan diamankan,” Pungkas Dir Aprizal.

(Iwn)

News Feed