oleh

Operasi Ketupat Tinombala 2021 Berakhir, Dirlantas : Angka Kecelakaan Lakalantas Meningkat 37 Kasus

PALU – Operasi kemanusiaan pengamanan perayaan Idul fitri 1442 H selama 12 hari baru saja selesai di gelar Polda Sulteng dan jajaran. Operasi kepolisian yang dimulai sejak tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021 tersebut mencatat kenaikan angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 37 kasus dengan korban meninggal dunia 13 jiwa,

Hal itu diungkapkan Direktur Lalulintas Polda Sulteng Kombes Pol. Kingkin Winisuda, SH, SIK dihadapan media dalam pelaksanaan Konferensi Pers di Aula Wira Satya Ditlantas Polda Sulteng, Selasa (18/5/2021).

Kingkin menjelaskan, selama operasi ketupat tinombala 2021 terjadi 37 kasus laka lantas dengan 13 korban meninggal dunia, sementara pada saat operasi ketupat tinombala 2020 terjadi 21 kasus laka lantas dengan korban meninggal dunia 7 jiwa,

“Artinya terjadi peningkatkan kasus laka lantas ditahun 2021 sebanyak 16 kasus atau 76 %, terjadinya peningkatan kecelakaan lalu lintas dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas” ungkapnya

Ada 4 faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan lalu lintas, yaitu faktor manusia (Human eror), faktor kendaraan, faktor jalan dan faktor lingkungan/cuaca, faktor manusia (human eror) inilah yang paling banyak menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas selama operasi ketupat, terang Dirlantas Polda Sulteng yang juga selaku Kasatgas Opsda Ketupat Tinombala 2021.

Selain itu, Operasi ketupat tinombala 2021 juga bertugas untuk menekan penyebaran covid-19 di Sulawesi Tengah yaitu dengan mensosialisasikan larangan mudik, edukasi protokol kesehatan dengan membagikan masker dan bakti sosial,

“Setidaknya selama 12 hari operasi ketupat tinombala, petugas lapangan telah menemukan 11 pelanggaran ranmor pribadi (travel gelap), masyarakat tidak memakai masker 2.577, pelanggaran kendaraan melebihi kapasitas 48 kasus,” tutup Dirlantas Polda Sulteng ini.

(sgl)

News Feed