oleh

Mantan Reporter di Sigi Dirikan Panti Asuhan

SIGI – Kejadian bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu, menjadi motifasi bagi Abdul Razak Bondalembah Spd untuk mendirikan sebuah yayasan Panti Asuhan. Dan oleh Razak (sapaannya,red), panti asuhan tersebut dinamai Nurul Fatiah yang berlokasi di Dusun II Desa Loru, Kabupaten Sigi.

Razak ialah sosok yang kerap tampil sederhana di masyarakat. Tak hanya itu, di tahun tahun awal terbentuknya kabupaten Sigi, Razak pun tak memilih pekerjaan yang digelutinya, yakni pada tahun 2008 hingga 2014 ia sempat menjadi tenaga honorer di SDN parovo di Desa Loru.

Tak hanya menjadi honorer, Ia pun tak canggung turut melibatkan diri di dunia jurnalis, mulai dari menjadi sumber informasi pada beberapa Media Harian yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, bahkan hingga mengantar koran kepada para langganannya.

“Sebuah perjuangan keras, pasti membuahkan hasil. Intinya kita tak perlu malu bekerja apapun, asalkan hasilnya halal,” tutur Razak.

Dikatakannya, kejadian bencana alam yang terjadi dua tahun silam, menjadi cambukan dirinya untuk turut peduli pada para anak anak korban bencana yang kehilangan orang tuanya.

“Saya terpanggil melihat kondisi anak anak sekitar, yang beberapa diantaranya bahkan mungkin kehilangan kedua orang tuanya. Awalnya saya berencana membangun sekolah, namun pasca gempa lalu, saya putuskan untuk mendirikan panti asuhan ini,” katanya saat ditemui pada Kamis, 4 September 2020 kemarin.

Saat ini, panti Asuhan Nurul Fatiah yang resmi didirikan pada 29 April 2019 tahun lalu, kini telah menampung sebanyak 35 orang anak anak.

“Saya akan terus berupaya untuk memberikan pendidikan yang layak kepada seluruh anak anak kami. Dan kami akan terus mendampingi hingga kelak mereka bisa bekerja dan mandiri,” katanya.

Lokasi panti tersebut kini telah mendapat bantuan pembangunan dari Kedutaan Francis secara langsung dan kini telah berdiri bangunan seluas 12 x 14 meter persegi atau sebanyak 7 buah ruangan yang nantinya akan dijadikan kamar tidur bagi anak anak asuhannya dan juga tempat pengajian bagi mereka.

“Ada kisah mistik di balik berdirinya 7 buah ruangan tersebut. Namun itu semua adalah kehendak Allah SWT, sebab secara akal pikir manusia, mungkin tak dapat diterima khalayak bila saya ceritakan,” ungkapnya, tanpa menjelaskan secara detail misteri mistik yang dimaksud.

Namun demikian, Razak masih berharap adanya para donatur yang kiranya bisa membantu memberikan santunan kepada para anak panti.

(Adrian)

News Feed