oleh

Luar Biasa, Warga Papua Ini Tambatkan Hati pada Cawalkot Hidayat Habsa

PALU – Salah seorang warga asal Papua kini tengah viral di Kota Palu, Sulteng, setelah dirinya secara detail mengomentari keberhasilan sosok Walikota Palu, Drs Hidayat Msi, selama memimpin daerah ini.


“Saya orang Papua menentukan sikap pilih Hidayat-Habsa Ponulele (H2P), sudah terbukti kerjanya untuk kota Palu, su kenapa pilih yang laen lagi,” ungkap Pace, dengan nama lengkap Alharis Thomas Misiro, saat berbincang dengan relawan Tinta Merah pendukung H2P, Jumat, 30 Oktober 2020.

Pace sapaaanya, mengatakan keberhasilan kaka Dayat (Hidayat) selama memimpin kota Palu tidak bisa diragukan lagi, olehnya ia berharap warga kota Palu kembali mendukung Doktor Hidayat melanjutkan kepemimpinan hingga 5 tahun ke depan dalam menakhodai Kota Palu.


“Saya bilang jangan cuma dilanjutkan, tetapi kaka Dayat jalan terus menggapai kemenangan 9 Desember 2020 nanti,” ungkapnya lagi.


Secara spesifik, kata dia, keberhasilan Hidayat paling menonjol adalah mampu menangani dampak bencana di Palu, diantaranya kondisi listrik padam cuma 3 minggu pasca tsunami bisa normal kembali, penanganan huntara dengan baik, pembangunan Huntap, pembukaan jalan lingkar di Tondo, dan penataan kembali pantai Talise berkat keseriusan Hidayat memimpin Palu.


“Saya orang Papua suka Hidayat, makanya orang Kaili juga harus begitu, ayo lanjutkan dengan Salam 3 Jari,” tegas Pace dengan salam 3 Jari sebagai simbol kemenangan H2P (Hidayat-Habsa Ponulele).

Selama lima tahun memimpin Palu sudah terlihat terobosan yang dilakukan. Bukan perkara gampang mengelola Kota Palu yang sempat porak poranda akibat gempa dahsyat, tsunami dan likuifaksi menjadi kota yang hidup dan pulih kembali dari segi infrastruktur dan geliat ekonominya.

Kerja nyata kendati harus terseok seok mengurus kepentingan publik terutama korban gempa sudah terlihat dan dirasakan hasilnya termasuk keberadaaan pembangunan huntap yang diprogramkan Pemerintah Pusat. Dimana butuh perjuangan Pemkot untuk menyiapkan lahan yang ada.

Memang harus diakui belumlah sempurna melihat hasil kerja Petahana, tapi tidak bisa dinafikan, jika buah keringat terpampang nyata didepan mata. Hasil pembangunan yang sudah direalisasikan membangun sarana dan fasilitas publik.

(Firman/Ibal)

News Feed