oleh

Laporan FPII dan PPWI atas YAP Terima SP2HP ke – 3

JAKARTA – Kepolisian Resort Metro Jakarta Barat (Prolres Metro Jakbar) dikabarkan telah merampungkan beberapa tahapan pemeriksaan atas Laporan Polisi (LP) Ketua Presidium FPII, Kasihhati dan ketua umum PPWI Wilson lalengke.

Hal itu berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang ke – 3 ( tiga) yang diterima pelapor pada Senin 20 Juli 2020.

Dalam SP2HP itu dijelaskan bahwa penyidik Polres Metro Jakbar telah merangkumkan beberapa tahapan penyelesaian proses kasus tersebut.

“Selain melengkapi administrasi penyelidikan, penyidik juga sudah memeriksa Berita Acara Wawancara (BAW) terhadap 3 orang saksi, yakni Wilson Lalengke sebagai pelapor, Heince Mandagi dan Kasihati dalam kapasitas sebagai saksi,” ujar Wilson Lalengke sebagai pelapor.

Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu menambahkan bahwa pihak penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Yosep Adi Prasetyo ( YAP) sebagai terlapor menjabat sebagai Ketua Dewan Pers (red), yang bertanggung jawab atas penerbitan dan penyebarluasan surat edaran yang dikasuskan itu.

Selain itu kata Wilson, dalam SP2HP dinyatakan bahwa penyidik juga akan melakukan pemeriksaan lagi kepada BAW, terkait tambahan laporan Wilson.

“Penyidik akan memeriksa (BAW) Ahli Dewan Pers. Pada poin terakhir setelah semua tahapan ini dilakukan, Polres Metro Jakbar akan mengadakan gelar perkara atas kasus yang menyangkut hajat hidup kalangan jurnalis se tanah air ini,” Imbuhnya.

“Dalam SP2HP yang ke-3 ini, juga disebutkan bahwa penyidik telah memeriksa YAP dan juga telah berkoordinasi dengan Dewan Pers,” Imbuhnya lagi.

Senada dengan itu, Ketua Presidium FPII, Kasihati mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi hasil perkembangan laporan penyidik Polres Metro Jakbar dalam SP2HP.

“Kami sangat mengapresiasi atensi kinerja Polres Metro jakbar dalam menindaklanjuti LP Kami, keadilan dan penegakan hukum wajib ditegakan, agar kebebasan Pers dapat berjalan sesuai perundangan yang berlaku, bukan karena kebijakan sepihak dari oknum tertentu ” pintanya.

SP2HP tersebut diterima pelapor tanggal 20 Juli 2020 ditandatangani oleh Wakasat Reskrim Polres Metro Jakbar, Kompol Herjon Silaban. SP2HP yang ke-3 itu terkait kasus yang dilaporkan pada 08 Agustus 2018 lalu, atas dugaan penyebaran informasi yang bersifat fitnah, pelecehan, dan penghinaan terhadap wartawan dan organisasi-organisasi pers non konstituen Dewan Pers (red).

Ditempat terpisah, Senator DPD RI, Fachrul Razi, MIP, yang sejak awal memonitor perkembangan dan mengawal kasus ini menyatakan pihaknya berharap agar Polri bekerja secara profesional, cepat dan transparan.

Dia berpendapat bahwa masalah yang diperkarakan oleh organisasi pers, dalam hal ini PPWI dan FPII, terkait perilaku lembaga Dewan Pers yang menzolimi puluhan ribu wartawan se-Indonesia itu harus diusut tuntas dan menyeret penanggung jawab lembaga itu ke meja hijau.

“Saya berharap Polisi melanjutkan pengusutan kasus ini secara profesional dan transparan, secepatnya melakukan gelar perkara dan meningkatkan status si terlapor dari terperiksa menjadi tersangka.

Kasus ini sangat mendasar bagi puluhan, bahkan ratusan ribu wartawan se-Indonesia. Fitnah dan pelecehan terhadap profesi yang mereka jalani di bawah payung organisasi pers masing-masing tidak boleh dibiarkan.

Dewan Pers bukan sebuah lembaga regulator yang boleh seenaknya membuat aturan-aturan untuk rakyat yang kebetulan berprofesi sebagai wartawan. Apalagi memberi Cap dan stigma-stigma negatif tehadap wartawan dan organisasi pers, itu sangat tidak pantas dilakukan Dewan Pers.” tegas Senator DPD RI dari Aceh itu.

(***)

News Feed