oleh

Kejati Sulteng Diminta Menegakan Keadilan Seadil – Adilnya

PALU – Dalam memperingati hari Keadilan Internasional yang jatuh pada tanggal 17 juli 2020, Jum’at lalu, ternyata sampai saat ini masih banyak persoalan hukum yang belum ditegakkan, banyak kasus-kasus yang belum terselesaikan dari tingkat lokal bahkan hingga tingkat nasional.

“Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, sebagai lembaga penegak hukum yang juga seharusnya disegani, akan tetapi saat ini anggap sebagai Macan yang kehilangan taringnya,” kata masa aksi yang berunjuk rasa di depan Kejati Sulteng.

Sekelompok masa yang mengatas-namakan Lingkar Study Aksi dan Demokrasi Indonesia (LS – ADI), terus berorasi dan menuturkan, diketahui bersama salah satu contoh kasus yang ada, seperti persoalan asrama haji yang mana pembagunannya dimulai pada awal 2017 sampai sekarang belum ada kejelasannya dari pihak Kejaksaan.

“Itu seperti apa prosesnya..? Pihak Kejati hanya bisa berkata, “kami pengurus baru” Menurut kami, ini menandakan bahwa kejaksaan saat ini ompong dalam dalam menangani kasus. Begitupun dengan kasus hoax yang terjadi di Sulteng menimpa Gubernur, sampai hari ini tak kunjung usai.

Di tambah persoalan jembatan IV yang mana 3 minggu setelah gempa Pemerintah Kota membayar hutang kepada PT Global Daya Manunggal (GDM) dengan peryataan ada kenaikan harga baja, di tengah situasi pasca bencana yang mana masyarakat kota palu membutuhkan bentuan dari pemerintah,” ucap masa berorasi.

“Padahal, Walikota sebelumnya tidak mau untuk membayar dana yang disebut hutang oleh PT GDM itu. Dengan alasan kalau dia membayar dia akan berada dalam bahaya.

News Feed