oleh

Kapolres Buol Buka Fokus Group Diskussion

BUOL, BAHANA INDONESIA – Kapolrpes Buol, AKBP Budi Priyanto S.I.K M.Si. membuka kegiatan Focus Group, bertempat di Aula kantor Dinas BPKAD Buol, Sabtu 24/08/2019

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol dr. H. Arianto S Panambang, Pimpinan BEI Andi Asrawati S.S., M.H, Kasat Binmas Polres Buol IPTU Menjerson Tumei, Guru pendamping Tingkat SMA/SMK Kabupaten Buol bersama Perwakilan dari Siswa dan Siswi tingkat SMA/SMK.

Kapolres Buol dalam sambutannya menjelaskan bahwa adanya perkembangan teknologi yang semakin maju, serta meningkatnya kenalan remaja, sehingga perlu adanya solusi dan kerjasama antara Polri, Dinas Pendidikan dan guru, dalam menanggulangi kenakalan remaja di kalangan pelajar.

Menurut Kapolres, kegiatan FGD tersebut diselenggarakan dengan maksud agar dapat mewujudkan sinergitas yang positif antara Polri dan pihak Guru Bimbingan Konseling tingkat SLTA, dalam meminimalisir dan menanggulangi kenakalan remaja khususnya pada kalangan pelajar, di wilayah hukum Polres Buol.

“Polres Buol selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, salah satu bukti polisi peduli terhadap permasalah yang ada dimasyarakat yaitu dengan diselenggarakan acara diskusi seperti ini.” tutur Kapolres.

Berbicara masalah pelajar yang merupakan komponen dari kegiatan belajar mengajar, selama ini Sat Binmas Polres Buol sering melaksanakan kegiatan razia, dan faktanya masih ditemukan adanya pelajar yang bolos atau ngopi di warung saat jam belajar mengajar.

“Bolos sekolah dan nongkrong di warung kopi di saat jam sekolah, itu merupakan salah satu indikasi kenakalan remaja,” kata Kapolres.

Kenakalan remaja saat ini semakin meningkat dengan perilaku yang bermacam-macam, di mana pelajar saat ini semakin krearif akibat kemajuan teknologi dengan tidak memikirkan dampak ke depannya. Untuk itu, Kapolres mengajak untuk menggimbangi pelajar, dengan cara-cara yang kreatif

“Bila pelajar dua langkah lebih maju maka kita harus bisa lima langkah lebih maju,” kata Kapolres. Dengan adanya diskusi ini, bisa menghasilkan kesepakatan bagaimana solusi dan teknisnya agar tidak ditemukan lagi anak-anak yang bolos, yang kemungkinan dapat disusun teknisnya yang bersifat soft, middle dan hard.

“Jadi pada kesempatan kali ini mari kita sama-sama meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran kita untuk membentuk SOP atau teknis dalam menangani kenakalan remaja di kalangan pelajar,” pungkas Kapolres mengakhiri sambutannya.

Senada dengan itu Ketua Buo Educare Institute (BEI) Kabupaten Buol, Andi Asrawati S.S, M.H selaku penginisiatif kegiatan menyampaikan dalam sambutannya terima kasih atas kehadiran bapak, ibu dan siswa/siswi SMA/SMK yang sepat hadir kegiatan pada hari ini dimana kegiatan ini sangat penting untuk kita semua Khusnya para Siswa, Siswi untuk memahami bahayanya pergaulan bebas.

Karena kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan iven besar yang dilaksankaan di Kabupaten Buol. Menurutnya, tugas guru BK tidak hanya menangani pelajar yang nakal, akan tetapi juga menagani pelajar yang berprestasi.

“Sehingga jika ada pelajar yang bersalah, tidak semata-mata merupakan tugas guru BP saja, namun seluruh guru,” katanya.
Ketidak hadiran guru di kelas saat jam pelajaran, bisa membuat para pelajar bolos dan berkeliaran di luar sekolah saat jam pelajaran.

“Sehingga sepulang kegiatan ini, diharapkan guru bisa mencari solusi cara mencegah kenakalan remaja dengan cara mengubah metode pendekatan guru ke siswa dengan kasih sayang,” imbuhnya.

(BASRI)

News Feed