oleh

Kakak – Beradik di Sienjo Tewas Dibacok, Pelaku Masih Diburu Polisi

PARIMO – Satu keluarga di Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), diduga kuat menjadi korban kekerasan hingga mengakibatkan dua orang tewas mengenaskan akibat luka bacok oleh pelaku yang hingga kini belum ditemukan oleh aparat Kepolisian setempat. Peristiwa naas itu terjadi pada Jum’at 17 Juli 2020 kemarin, sekitar pukul 19.30 wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Media ini, lokasi tempat kejadian perkara yang berada di dusun Belang – Belang itu, tepatnya di depan rumah makan Waletta, menimpa keluarga Wajdy yang memiliki usaha toko penjualan barang campuran (kelontongan, red).

Sewaktu kejadian, yang berada di rumah hanyalah Nisma, istri Wajdy, Rara (anak pertama,red), serta Imam Maulana (anak kedua, red). Ketiga korban tersebut saat kejadian sedang berada di rumah, sementara Waldy sendiri sedang melaksanakan shalat Isya di Mesjid.

Berdasarkan pengakuan Wajdy, Istrinya Nisma sempat menyebutkan pelaku perbuatan keji itu adalah Assa alias Asse yang tak lain merupakan tetangga korban. Namun belum diketahui secara pasti apa motif yang melatar belakangi aksi bejat Asse kepada para korbannya.

Kejadian tragis yang menimpa keluarga Wajdy ini, langsung beredar luas di berbagai akun Media Sosial Facebook masyarakat setempat. Bahkan dalam beberapa video yang telah tersebar, Wajdy yang terlihat masih mengenakan sarung berwarna biru bermotif kotak-kotak dengan kemeja khusus untuk shalat (koko,red) berwarna kecoklatan, telah bersimbahan darah kedua anaknya serta istrinya.

Wajdy hanya bisa duduk dan menangis histeris atas kejadian naas yang menimpanya beserta anak istrinya dan sesekali menyebutkan nama pelaku ialah Assa.

Secara terpisah, Kapolres Parimo AKBP Zulham Efendi Lubis Sik yang dikonfirmasi Jum’at 17 Juli 2020, tadi malam sekitar pukul 23.02 Wita, membenarkan kejadian tersebut yang menimpa beberapa warga di Deaa Sienjo tersebut.

“Namun kami belum bisa memastikan motif dari kejadian tersebut. Saat ini aparat sedang turun ke lapangan untuk menyelidiki kasus pembunuhan itu,” kata Kapolres kepada Bahana Indonesia tadi malam.

Untuk diketahui, dari kejadian tragis tersebut, anak Wajdy, yakni Imam Maulana ditemukan tewas di tempat kejadian akibat mengalami luka tebasan pada bagian leher. Sementara Nisma mengalami luka robek pada bagian perut dan Rara pun mengalami sejumlah luka tusuk serta goresan benda tajam di beberapa bagian tubuhnnya.

Nisma beserta anaknya Rara, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parimo. Namun akibat banyaknya kehilangan darah, nyawa Rara pun akhirnya tak dapat tertolong.

Saat ini, korban Nisma masih dalam perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Anuntaloko dan dikabarkan masih terus membutuhkan transfusi darah golongan “O”.

Hingga berita ini ditayangkan, pelaku Assa dikabarkan masih dalam proses pencarian aparat kepolisian setempat.

(Adrian)

News Feed