oleh

Sukses Berantas Peredaran Narkoba, Upaya Preventif dan Represif Menjadi Jurus Ampuh Polres Buol

BUOL, BAHANA INDONESIA – Peredaran Narkoba akhir-akhir ini sungguh sangat mengkhawatirkan. Narkoba yang dulunya hanya menjadi konsumsi kalangan tertentu ( kalangan berduit), saat ini justru merambah semua lapisan masyarakat.

Kapolres Buol, AKBP Budi Priayanto menuturkan bahwa narkoba saat ini bukan lagi menjadi konsumsi kalangan dewasa saja, akan tetapi sudah merambah kalangan anak-anak, yang masih duduk di bangku sekolah. Sehingga permasalahan narkoba sudah sangat kompleks dan perlu penanganan serius.

“Namun begitu, fenomena yang terjadi saat ini bukan hanya tanggung jawab dari para penegak hukum ataupun pemerintah semata. Melainkan menjadi tanggung jawab bersama, terlebih lagi kepada orang tua yang memang sudah gagal dalam mendidik anak-anaknya,” ungkapnya dikantin Mapolres Buol senin 12/08/2019

Budi Priayanto mengatakan, pihaknya dalam menanggulangi peredaran narkoba melalui upaya preventif, dan represif. Upaya preventifnya yaitu melakukan pembinaan dan penyuluhan, memasang spanduk imbauan, dan melakukan kerjasama dengan para tokoh agama masyarakat, mahasiswa serta semua elemen masyarakat.

“Sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, melakukan patroli di tempat rawan, membentuk kring narkoba, dan membentuk jaringan informan,”ujarnya

Ia menambahkan upaya represifnya yaitu melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan. Kendala dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba oleh mahasiswa, yaitu waktu pelaksanaan penyuluhan, pembinaan, sosialisasi melakukan sidak atau razia dan tes urine yang diselenggarakan oleh polisi. melakukan sidak atau razia dan tes urine.

“Alhamdulillah parisipasi masyarakat dalam upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, sangat membantu pihak kami,” Jelas Kapolres

Senada dengan itu ditempat yang sama Kepala Satuan Reserse Narkoba(Kasat) Polres Buol IPTU Jefry Makal, menjelaskan sejak tahun 2017dan 2018 hingga tahun 2019 berhasil mengungkap sedikitnya 76 kasus peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba dengan jumlah tersangka 82 orang.

“Olehnya kami pada Tahun 2018 menjadi rangking 1 (satu) dalam pengungkapan peredaran narkoba se Sulawesi Tengah dari 13 Polres yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus narkoba kurun 3 tahun terakhir oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Buol. Pengungkapan kasus narkoba tahun 2017,sebanyak 26 kasus
38 orang tersangka tahun 2018, sebanyak 26 kasus. 25 kasus shabu dan satu kasus THD.

Dengan jumlah tersangka 38 orang, terdiri atas 33 tersangka laki-laki dan lima tersangka perempuan. Total tersangka 76 orang. Sedangkan untuk tahun ini, Satuan Reserse Narkoba Polres Buol, berhasil mengungkap sebanyak 15 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 18 orang. Pengungkapan kasus itu terhitunga sejak Januari sampai dengan Juli 2019.

“Berdasarkan rincian jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba Polres Buol, diantaranya 3 orang anggota Polri 6 orang ASN 8 orang Mahasiswa,” pungkas Jefry Makal mengakhiri

(Basri)

News Feed