oleh

Ini Cara Polda Kalimantan Tengah Cegah Karhutla dan Hadapi Covid-19

Polda Kalimantan Tengah mendirikan ‘Desa Pantang Mundur’ (Lewu Isen Mulang). Hal itu dilakukan karena, penyebaran Covid-19 sangat berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi serta budaya yang ada disana.

Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, awal mula didirikan Lewu Isen Mulang itu karena. Virus corona dipandang atai dinilai sebagai suatu ancaman yang sangat merugikan.

“Upaya-upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid-19 sudah dilakukan namun langkah-langkah tersebut belum dapat terlihat pengaruhnya terhadap penurunan penyebaran Covid-19.

Bahkan tidak jarang menimbulkan konflik dan perselisihan dalam pelaksanaannya,” kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan, Isen Mulang mengandung makna ketangguhan dan keuletan masyarakat suku Dayak dalam menghadapi tantangan dinamika pembangunan.

Oleh karena itu, ia optimis dengan didirikannya Lewu Isen Mulang bisa menimbulkan kembali semangat masyarakat dalam menghadapi virus corona.

“Dengan mengobarkan lagi semangat Isen Mulang di masyarakat, diharapkan dapat menimbulkan sikap optimis dan semangat juang dalam menghadapi masa pandemic Covid-19,” jelasnya.

Tak hanya untuk menghadapi virus yang berasal dari Wuhan saja, didirkannya Lewu Isen Mulang yang melibatkan masyarakat setempat atau perangkat desa ini juga untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Lewu Isen Mulang adalah sebuah Upaya Kolaboratif dengan stakeholder berupa gerakan atau aksi nyata di daerah untuk mencegah karhutla, sebagai lumbung pangan ketahanan pangan dan mencegah penyebaran Covid-19.

Menitik beratkan kepada keterlibatan elemen masyarakat
yang aktif baik secara personal ataupun kelompok di Desa,” ungkapnya.

“Untuk sasaran didirikannya Lewu Isen Mulang untuk mencegah terjadinya Karhutla, ketahanan pangan dan yang terdampak penyebaran covid-19 yang berada disatu teritori tertentu.

Dan fokus utama Lewu Isen Mulang adalah untuk mencegah Karhutla, tangguh sosial ekonomi dalam rangka ketahanan pangan dan tangguh Kesehatan jasmani dan rohani,” tambahnya.

Tak hanya mendirikan Lewu Isen Mulang, pihaknya juga mendirikan Lewu Lusuk Parei (Desa Lumbung Pangan Ketahanan Pangan) yang letaknya dekat dengan rencana ibukota negara baru.

“Tentulah harus bersiap ikut berkontribusi dalam pembangunan di berbagai sektor, terutama pada fokus infrastruktur, bidang pertanian secara luas, peternakan, perikanan dan bidang lainnya.

Dengan adanya program Lewu Lusuk Parei, diharapkan desa-desa yang ada di Kalimantan tengah, dapat mempersiapkan diri sebagai daerah lumbung pangan pada saat pemindahan ibukota negara telah dilaksanakan, selain dapat meningkatkan tarat ekonomi dan sosial masyarakat desa,” ucapnya.

“Kita juga dirikan Lewu Tolak Peres Corona (Desa Melawan Corona). Berdasarkan peta sebaran covid-19, provinsi, kalimantan Tengah per tanggal 3 Juni 2020, jumlah kasus yang tercatat sebanyak 454 orang terkonfirmasi positif covid-19.
https://covid19.g.id/peta-sebaran,” tutup Dedi.

(***)

News Feed