oleh

Ditreskrimsus Polda Sulteng Ringkus Pelaku Penipuan dan Penjebol Webiste Untad, BB Ratusan Juta Rupiah

PALU SULTENG – Direktorat Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus ) Polda Sulawesi Tengah, berhasil mengungkap dan meringkus dua orang pelaku tindak pidana penipuan dan penjebol situs webiste Universitas Tadulako (Untad).

Dalam jumpa pers, Rabu 13/1/2021, Kabid Humas Polda Suteng, Kombes Pol Didik Suparanoto S.IK didampingi Direktur Reskrimsus, Kombes Pol. Afrizal memaparkan, penangkapan ini berdasarkan laporan Polisi pada tanggal 4 November 2020 dari staf universitas tadulako tentang dugaan tindak pidana penipuan dengan melakukan manipulasi data.

Peristiwa pidana tersebut, kata Didik, diketahui pihak kampus Untad pada tanggal 30 Oktober 2020 setelah adanya pelaporan dari oang tua mahasiswa yang melakukan kalrifikasi tentang adanya pesan melalui media sosial Whatsap yang mengaku dari admin Untad yang menawarkan jasa pengurusan masuk prodi kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan.

Selain itu pelaku juga membagikan surat edaran palsu dari pihak Untad tentang kebijakan Untad terkait penambahan kuota fakultas kedokteran dan ilmu pendidikan program studi kedokteran yang terdaftar dalam semester berikutnya.

“Menerima laporan itu pihak penyidik subdit cyber Ditreskrimsus Polda Sulteng langsung bergerak melakukan langkah penyelidikan sampai penyidikan,” kata Didik.

Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui berjumlah 2 ( dua ) orang, pada tanggal 6 November 2020, Tim Ditreskrimsus berhasil membekuk keduanya, yakni MYT alias Y alias A ( 26 Tahun), Laki laki, pekerjaan service komputer, yang beralamat di keluarahan besusu tengah Kecamatan Palu timur. dan RH ( 24 Tahun) laki laki pekerjaan swasta, yang beralamat di Desa Surumana Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.

Selanjutnya dalam pendalaman penyidikan, tersangka MYT yang dibantu oleh RH juga berhasil menjebol Website milik Untad sejak tahun 2014 (red) sehingga tersangka dapat membantu mahisiswa dengan merubah nilai semester dengan bayaran tertentu er SKS.

Pelaku juga dapat merubah nilai nominal Uang Kuliah Tunggal ( UKT) SPP menjadi lebih rendah dari yang sebenarnya dengan pembayaran tertentu. Selain itu mereka juga, dapat meloloskan calon mahasiswa/ mahasiswi yang tidak lolos dalam mengikuti UMPTN dengan bayaran tertentu, urai Didik.

“Pelaku saat ini telah diamankan dan ditahan di Rutan Polda Sulteng, atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 30 ayat (3) Jo pasal 46 ayat (3) dan atau pasal 32 ayat (1) Jo, dan atau pasal 35 Jo, pasal 51 RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Inforamsi dan Transaksi elektronik Jo pasal 55 KUH pidana Jo Psal 56 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” jelas Didik.

Akibat dari perbuatan kedua tersangka pihak Untad mengalami kerugian, berupa penurunan biaya UKT Penurunan akredibilitasi Universitas, dan nama baik yang tercoreng.

Senada dengan itu, Direktur Reskrimsus, Kombes Pol. Afrizal menjelaskan sampai dengan saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan 17 ( tujuh belas ) orang saksi termasuk Rektor Untad Prof DR Ir. Mahfudz dan pelapor, mahasiswa dan orang tua mahasiswa.

“Kami juga telah memeriksa beberapa pihak di Untad, namun hingga saat ini tidak menemukan adanya indikasi keterlibatan orang dalam Untad,” ujar Afizal.

Lebih jauh Afizal menjelaskan, modus operandi pelaku dengan membuat akun wahtsap dengan mengatasnamakan Admin Untad yang selanjutnya melalui akun whatsap tersebut pelaku mengirimkan pesan kepada calon korban dan menawarkan jasa pengurusan masuk program studi kedokteran Untad tahun 2020 kepada beberapa orang tua calon mahasiswa dengan meminta bayaran pengurusan.

Selain akun whatsap yang mengatasanamakan ADMIN UNTAD, pelaku juga mengirimkan surat edaran palsu tentang kebijakan univeristas Tadulako terkait penambahan kuota fakultas kedokteran dan ilmu pendidikan program study kedokteran yang terdaftar dalam semester berikutnya tahun ajaran 2020/2021 tanggal 30 oktober 2020.

“Nomor surat edaran tersebut diambil dari nomor surat edaran resmi Untad tentang kebijakan Untad terakit kuliah daring dalam masa pencegahan penyebaran COVID 19 pada tanggal 1 Aril 2020,” ungkapnya.

“Dari modus penipuan ini, tersangka mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah bahkan Milyaran rupiah dari beberapa orang orang tua calon mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako.

Selain mengamankan dua orang tersangka, Polisi juga menyita barang bukti, dari RH didapatkan berupa, 2 buah Handphone, 3 buah Sim card 1 buah buku rekening bank BRI, 1 buah ATM BRI, 3 buah akun whatsap, 12 lembar hasil cetak rekening koran bank BRI.

Sedangkan tersangka MYT, barang bukti disita berupa uang tunai Rp 240.000.000 ( Dua ratus empat puluh juta rupiah), 1 buah handphone, 3 buah laktop, 3 lembar kartu ATM, 3 buah sertifikat tanah, 3 unit mobil ( toyota rush, toyoya Caliy, dan suzuki karimun estilo), 66 daftar nama mahasiswa untad yang memperbaiki nilai dan merubah besar nominal UKT, 1 buah kwitansi pebelian rumah di jaln merpati Rp 150.000.000, 2 lembar surat perjanjian pembelian tanah dengan nominal Rp. 300.000.000 ( tiga ratus juta ) rupiah, 19 lembar print out chat wahtasap, 12 lembar hasil cetak rekeinig koran ban BCA.

“Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan subdit cyber ditreskrimsus polda sulteng kasus ini diduga melibatkan duanoknum mahasiswa inisal EH dan A akan tetapi keberadaan keduanya saat ini masih dalam pencarian,” tandasnya.

(Iwn)

News Feed