Dimintai Dana Pembuatan LPJ, Ketua Gapoktan di Sigi Angkat Bicara, Baca Infonya

Bahanaindonesia.com – Sejumlah Ketua Kelompok Tani (Poktan) sebagai Pelaksana Kegiatan Proyek dari Dinas Pertanian Kabupaten Sigi, yang ada di Kecamatan Dolo Selatan (Dolsel), kepada Media ini, mengaku dimintai dana terkait pembuatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) oleh Oknum Fasilitator Dinas tersebut.

Hal inilah yang diutarakan oleh Iksan Sahudi, selaku Ketua Gabungan Poktan, Harmonis di Desa Sambo. Iksan, akui, bahwa dirinya dimintai dana sebanyak Rp 11 Juta, oleh Oknum Fasilitator, Ei (inisial,red).

Lebih lanjut Iksan menjelaskan, LPJ itu merupakan proyek Pembangunan Rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) atau Draeinase, yang berukuran sepanjang 1.070 meter. Adapun nilai dari Proyek tersebut yakni sebanyak Rp 380 Juta, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2023.

“Sampai sekarang belum selesai kami kerjakan dan sudah menyeberang Tahun. Dalam Pengerjaannya, terjadi kekurangan Volume sekitar 200 meter lagi. Sementara yang belum diplaster dan yang belum sama sekali dikerjakan Sekitar 60 meter,” papar Iksan, Kepada Awak Media ini, Selasa (14/5/2025).

Adapun menurutnya, yang menjadi penyebab keterlambatan kegiatan pekerjaan Draeinase ini ialah faktor tekhnis di lapangan.

“Sewaktu awal kami melaksanakan pekerjaan, masyarakat Petani pengguna Air, belum menggarap atau mengolah lahan persawahannya dan proses awal kegiatan pun akhirnya terselesaikan. Lanjut pada tahap Kedua, proses kegiatan bertepatan dengan musim tanam Padi masyarakat,” beber Iksan.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Ketua Gapoktan Singgani, di Desa Baluase, Candra Sunusi, yang merupakan bakal Anggota Legislatif terpilih dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

“Saya pun sempat dimintai Dana sebanyak Rp 5,5 Juta oleh UM (Inisial,red), Fasilitator Dinas, yang katanya peruntukkan uang itu sebagai upah dalam pembuatan LPJ,” Aku Candra, Anggota Legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5.

Candra menuturkan, bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok berbeda dengan kelompok lainnya. Pasalnya, Kelompok Singgani hanya mengerjakan Pembangunan Gedung Rice Milling Unit (RMU), bersumber dari dana hibah APBN Tahun Anggaran 2023, melalui Dinas Pertanian Hortikultura dan perkebunan Kabupaten Sigi.

“Besaran anggaran proyek itu kurang lebih Rp 500 Juta. Kami hanya mendengar keterangan dari Dinas Pertanian tersebut,” ucap Candra, saat ditemui di Kediamannya.

Selain itu, Candra pun mengakui bahwa, kendatipun dalam Petunjuk Tekhnis (Juknis) ,itu pekerjaan secara keseluruhan merupakan kegiatan Swakelola, namun pihaknya hanya mengerjakan Pembangunan Gedung saja yang berkisar Rp 190 Juta.

“Kalau untuk pengadaan mesin Rice Milling Unit (RMU), Dinas sendiri yang secara langsung membelanjakannya. Kepala Bidangnya langsung yang membelinya,” ungkap Candra.

Secara terpisah Kepala Bidang, Pertanian Kabupaten Sigi, Ilham dikonfirmasi soal permintaan Dana Rp 11 juta oleh fasilitator untuk pembuatan laporan pertanggung jawaban, mengaku tak tahu menahu tentang hal itu.

“Permintaan dana tersebut sama sekali saya tidak ketahui,” Kata Ilham singkat.

Sementara itu, Oknum Fasilitator Ei yang juga dikonfirmasi hal serupa, alih alih memberi jawaban, justru terkesan tak ingin menjawab pertanyaan tersebut.

“Kenapa Wartawan mesti cari tau masalah pekerjaan kami di Desa Sambo,” jawabnya cetus.

Lain halnya pula dengan Oknum Fasilitator UM, yang hingga berita ini naik tayang, tak ingin berikan penjelasan sedikit pun.

(Hasan Tura).