oleh

Cerita Para Kepsek di Buol Terjerat Utang Rentenir Gara-gara Dana BOS 8 Bulan Belum Cair

BUOL, BAHANA INDONESIA- Delapan bulan sudah terhitung sejak Januari tahun 2019. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah belum juga cair.

Pihak sekolah terpaksa utang dari rentenir untuk biaya operasional.
Entah karena sudah tak tahan menaggung hutang dari rentenir, salah seorang guru mempertanyakan dana BOS yang tak kungjung cair, melalui goresannya di media sosial (medsos) facebook.

Akun atas nama Yudit Tarakuku. Diungga pada Rabu (23/8/2019) pukul 23.37.
Dalam unggahannya Yudit, menyebutkan belum cairnya dana BOS ini dialami seluruh sekolah SD/SMP se Kabupaten Buol. Lantas dimana masalahnya, jika hanya sebagian sekolah saja yang menerima kemungkinan permasalahnya ada pada sekolah bersangkutan.

Faktanya tidak ada realisasi pencairan dana BOS sampai saat ini berlaku di seluruh sekolah dan jenjangnya.
Terkait soal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buol, melalui Kasubag Peserta Didik dan Pengembangan Karakter, Warlin Derek, mengatakan belum dapat dicairkan dana oleh sekolah baik SD dan SMP karena kendala syarat administrasi yang diajukan sekolah belum semuanya dapat dipenuhi.

Sebut Warlin, untuk dana BOS sendiri sudah masuk ke rekening sekolah dan tinggal menunggu rekomendasi Dinas. Untuk memperoleh rekomendasi sekolah terlebih dahulu melengkapi persyaratan. Diantaranya, syarat Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS).

“Keterlambatan dari sekolah yang lambat masukkan RKAS. Persyaratannya dulu harus dilengkapi dulu. Karena RKAS ini untuk ajuan kita nanti pemeriksaan LPJ triwulan,”terangnya.

Warlin, menambahkan berkaitan persoalan hampir seluruh sekolah dana BOS belum dapat dicairkan karena masih dalam tahap verifikasi oleh Dinas. Sejauh ini yang sudah memasukan syarat administrasi dan telah lolos verifikasi baru delapan sekolah.

Lanjut Warlin, menjelaskan dari jumlah sekolah SD-SMP yang ada sebanyak 224 sekolah baru delapan diantaranya dinyatakan lolos ferivikasi. Empat Sekolah Dasar dan empat Sekolah Menengah Pertama. Sisanya masih dalam proses pengajuan dokumen sebagian lagi proses verifikasi.

“Proses audit inspektorat terkait temuan BPK tidak berpengaruh terhadap proses pencairan dana BOS. Sisa dari delapan sekolah ini karena lambat memasukan RKAS makanya masih tahap verifikasi,”terang Warlin.

(BASRI)

News Feed