oleh

Bandara Sis  Aljufrie Abaikan  Physical Distancing

PALU – Pihak Bandara Mutiara Sis Aljufrie pertanggal 3 Juni 2020 lalu, telah mengaktifan kembali jalur penerbangan komersilnya.

Hal tersebut dilakukan, sebagai salah satu upaya dalam penyesuaian kebiasaan/kenormalan baru (new normal, red), seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman Dari Corona Virus Disease 2019 (COVID 19).

Namun demikian, dari pengamatan awak Media Bahana Indonesia.com langsung di areal Bandara Mutiara Sis Aljufrie, pihak Bandara yang di nahkodai oleh Ubaedillah (Kepala Badara, red), terkesan tak begitu tegas soal protap penanganan penyebaran COVID 19 di areal bandara.

Terbukti dengan tidak ketatnya pemberlakuan metode jaga jarak (physical distancing, red) di depan pintu keberangkatan bandara.

Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Bandara, Ubaedillah yang dikonfirmasi oleh media ini, mengakui tindakan petugasnya yang tidak begitu tegas.

“Kedepannya, kami akan lebih tegas lagi dalam hal protap physical distancing. Agar tak ada celah untuk penularan COVID di areal bandara,” kata Ubaedillah, melalui, Ni’ma selaku Koordinator ppid Bandara Mutiara Sis Aljufrie.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya sangat teliti dalam urusan kesiapan berkas para penumpang yang akan diberangkatkan.

“Jadi untuk persoalan kelengkapan berkas kesehatan para penumpang, kami sangat teliti dan tegas dalam penanganannya.

Apabila hasil Repid tes penumpang reaktif, maka keberangkatannya kami tolak, sekalipun mereka telah beli tiket,” tandasnya.

Untuk itu, sangat disarankannya, sebelum membeli tiket penerbangan komersil, agar terlebih dulu mempersiapkan berkas kesehatannya.

“Jadi berkas dulu disiapkan sebelum berangkat. Untuk Repid tes,masa berlakunya tiga hari dan swab tes berlaku selama seminggu,” tutupnya.

(Adr/**).

News Feed