oleh

Antrian Jerigen BBM Picu Keributan, Ayah dan Anak Keroyok Warga yang Antri

PARIMO – Masih berkeliarannya dengan bebas para pelaku pengeroyokan terhadap Moh Hanedy, warga Desa Kasimbar Selatan, Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang terjadi pada hari Senin 06 Juli 2020 belum lama ini, menjadi perhatian pihak keluarga korban. Hal inilah yang diungkapkan oleh Arief Al Rasyid melalui akun media sosial Facebook miliknya, di salah satu grup bernama Info Parigi Moutong.

Dari keterangan Arief (sapaannya, red), berdasarkan Nomor Laporan Polisi (Lp) : STPL/27/VII/2020/Sek Kasimbar, pelaku utama diduga diketahui bernama Baso.

Kepada media Bahana Indonesia.com, melalui via ponselnya yang bernomor 08215366xx menceritakan kronologis kejadian yang ditimpa adiknya (Hanedy, red). Kejadian itu bermula pada saat Hanedy sedang mengantri untuk mengisi bensin di Sentra Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBBU) di Kasimbar pada Senin (6/7), sekiranya pukul 21.00 Wita.

“Adik saya waktu itu sedang antri untuk mengisi jerigen. Adik saya mengantri sejak jam 2 siang sampai malam hari,” terangnya.

Walau telah lama menunggu antrian, pihak SPBBU pun tidak meresponnya dan terkesan mengabaikan Hanedy beserta warga lainnya yang mengantri.

“Dan pada akhirnya, operator yang bertugas mengisi bbm, berhenti dan menyimpan noselnya. Lalu secara tiba tiba, pelaku datang dan langsung mengambil nosel bensin itu serta mengisi jerigennya sendiri. Pihak pertamina memang selalu begitu pak, mereka utamakan orang yang mau bayar Rp 10.000/jerigen atau orang orang yang mereka segenai termasuk pelaku,” beber Areif panjang lebar.

“Sedangkan pihak oprator pertamina tidak mengisi bbm, tiba tiba pelaku mengambil sendiri noselnya dan mengisi jerigennya sendiri,” Imbuhnya lagi.

Arief melanjutkan, melihat kelakuan pelaku Baso yang lancang tersebut, korban Hanedy pun langsung mengambil nosel dari tangan pelaku dan menaruh kembali di tempatnya.

“Waktu itu adik saya menegur pelaku dan berkata, semua orang di sini mengantri, belum tentu semuanya kebagian. Jangan seenaknya langsung main isi sendiri,” kata Arief mencontohkan ucapan korban kala itu.

Akibatnya, terjadilah cekcok mulut antar korban dan pelaku. Kemudian pelaku Baso langsung mencekik korban seraya memukul korban. Tak hanya Baso, anak pelaku yang diketahui bernama Bento, yang juga berada di tempat kejadian, turut memukul korban.

“Dari peristiwa itu, adik saya alami luka di bagian leher akibat dicekik Baso dan luka memar di bagian pelipis kiri akibat pukulan Bento,” tuturnya.

Setelah menerima pukulan dari kedua pelaku, korban Hanedy pun langsung berlari ke rumahnya yang jaraknya berdekatan dengan tempat kejadian perkara (tkp).

Tak sebatas kejadian itu saja, Arief pun menuturkan bahwa pelaku yang merupakan ayah dan anak tersebut, terkenal kerap membuat keributan di kampung mereka, sehingga banyak warga yang merasa takut terhadap kelakuan mereka.

“Para pelaku memang sering buat onar. Makanya banyak yang takut dengan para pelaku. Pelaku Bento juga baru keluar dari tahanan, akibat kasus pembacokkan dan kebetulan korbannya dulu merupakan om saya. Ini sekarang malah adik saya yang jadi korban mereka lagi. Laporan polisi sudah ada, hasil visum juga sudah ada, tapi kenapa pelaku belum ditahan?, ” tanyanya kesal.

Secara terpisah, mendapat informasi dari Arief, media Bahana Indonesia.com lalu mengkonfirmasi kejadian itu terhadap pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kasimbar, melalui aparat yang bertugas dalam penyidikan kasus tersebut, membenarkan akan kejadian itu.

Dari balik ponselnya yang bernomor 0813421500xx, dijelaskannya bahwa proses atas kasus penganiyaan dan pengeroyokan tersebut sedang dilakukan.

“Kasus itu sedang kami tangani pak. Untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi langsung Kasat Reskrim Polres Parimo, karena kasus ini juga sudah kami laporkan ke pimpinan dan bahkan ke Polres juga Polda,” ucap Agung, aparat yang bertugas dalam penyelidikan kasus tersebut.

Namun saat ditanya, alasan pihak Polsek Kasimbar belum melakukan penahanan terhadap pelaku, Ia (Agung, red) enggan untuk berikan alasan.

(Adrian)

News Feed