oleh

Aliansi Masyarakat Balut Unjuk Rasa, Inilah Isinya

BALUT – Ratusan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Banggai Laut melakukan unjuk rasa di dua titik Kota Banggai Laut, kantor Bupati Banggai Laut dan Kantor DPRD Senin, (8/9/2020).

Unjuk rasa yang dipenuhi sekitar 200 masa tersebut dilakukan untuk menolak pemberhentian sepihak terkait perawat tenaga kontrak di RSUD Banggai atas nama “Roland Ode”.

Dalam orasi, mereka meminta kejelasan terkait pemutusan kontrak kerja secara sepihak sang direktur RSUD Banggai yang melakukan pemberhentian kepada oknum perawat saudara Roland Ode, yang terkesan sebuah bentuk diskriminasi terhadap Hak Asasi Manusia.

Terhitung sejak tanggal 2 Juni 2020, Direktur RSUD Banggai telah menerbitkan surat pemberhentian kerja terhadap yang bersangkutan yang menurut mereka (masa aksi), tanpa mengacu kepada pada ketentuan Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.

Seperti disampaikan sudarto Nasruddin selaku Koordinator Lapangan (Korlap) melalui Via Wa pada media ini, dalam aksi unjuk rasa tersebut yang dipimpin Rizal selaku Koordinator Umum (Kordum) mengatakan saudara Roland Ode berkomentar di media sosial tentang penanganan dan pencegahan terhadap Covid-19,.

Khususnya terhadap pasien reaktif Covid-19 masih kurang maksimal yang kemudian dianggap sebagai tuduhan “penghinaan” terhadap salah satu instansi terkait.

Tentunya menurutnya, tindakan “Diskriminatif” ini merupakan cerminan dari wajah Pemerintah daerah yang menurut mereka tidak “PRO” kepada rakyat, padahal status perawat “Roland Ode” adalah petugas medis yang menangani pemeriksaan dan penanganan Virus Covid-19.

Dalam situasi itu, mewakili pihak Pemerintah Kaban Kesbangpol Kabupaten Banggai Laut Saiful Usuria, saat turun langsung menemui masa aksi
mengatakan pihaknya belum dapat memberikan komentar banyak terkait persoalan tersebut.

“Nanti ketemu sj di RDP (terkait kejelasan pemecatan pasien tenaga medis saudara Roland Ode) di DPRD,” ujarnya

Hingga saat ini nasib tuntutan pengunjuk rasa masih belum jelas dan negosiasi masih alot.

(Skd)

News Feed