oleh

Akibat Pasien Positif Covid, Pengungsi di Mesjid Agung Resah

PALU – Ditemukannya Syahrir, seorang pasien positif Corona Virus Disaeae (COVID 19), di tenda pemukiman warga yang berada di lokasi tenda hunian sementara (huntara) korban gempa di kompleks Mesjid Agung, menimbulkan polemik baru bagi ratusan warga yang bermukim di huntara tersebut.

Betapa tidak, Syahrir telah dikabarkan secara langsung oleh drg Herry Mulyadi, selaku Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura Palu, bahwa telah melarikan diri sejak Jum’at 19 Juni 2020 lalu, tepatnya pukul 07.24 Wita pagi hari.

Dan berdasarkan laporan yang diterima oleh media Bahana Indonesia.com langsung dari jajaran Kepolisian setempat, Syahrir diketemukan pada keesokan harinya, yakni Sabtu, 20 Juni 2020 sekitar pukul 17.40 Wita.

Artinya, pasien positif Covid 19 tersebut, memiliki potensi besar untuk menularkan penyakitnya kepada masyarakat yang bermukim di areal tersebut. Dimana, diketahui bersama, lebih dari 24 jam, Syahrir menghabiskan waktunya di tengah – tengah permukiman warga.

Hal inipun turut meresahkan warga setempat. Seperti yang dikatakan oleh Sultan, salah seorang warga yang masih bermukim di huntara itu.

“Pemerintah harus segera bertindak, amankan semua teman temannya yang ada di camp buruh. Jangan sampai kami turut terkontaminasi,” kata Sultan, yang telah bertenda di situ sejak pasca gempa.

Lebih lanjut kata dia, besok dirinya beserta warga lainnya akan segera menindak lanjuti hal ini.

“Sebab sangat banyak kami para pengungsi yang kuatir. Bahkan informasi yang saya dengar malam ini, banyak yang terpaksa meninggalkan tenda dan memilih ke tempat lain (rumah keluarga, red) untuk sementara waktu.

BACA JUGA : Waspada…!!! Pasien Positif Corona Kabur dari RS Anutrapura

Nah ini bisa menjadi klaster baru lagi bagi penularan Covid di Palu,” geramnya usai di jemputnya pasien positif Covid Syahrir malam tadi.

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Gugus Covid 19, yang kembali dikonfimasi terkait hal tersebut, belum dapat berkomentar banyak.

“Kami kan ini sebuah tim, jadi untuk malam kami harus diskusikan lebih dulu dalam mengambil tindakan,” kata Goenawan, selaku Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Palu dan juga tim Satgas Gugus Covid 19 Kota Palu.

Menurutnya, pihaknya terlebih dulu akan bertanya kepada Syahrir, pasien yang kabur tersebut, kepada siapa saja dia telah berinteraksi selama di areal Mesjid Agung.

BACA JUGA : Penjagaan Ketat, Pasien Covid Bisa Kabur??

“Nanti kita lihat, apakah dilakukan semprot disinfektan atau harus tes massal,” ucapnya mengakhiri, saat dihubungi Sabtu 20 Juni 2020, sekitar pukul 21.00 wita via ponselnya.

(Adrian)

News Feed