oleh

Akhirnya, Pembunuh Kakak – Adik di Sienjo Diringkus Polisi

PARIMO – Pelaku pembantaian kakak – beradik di Dusun Belang belang, Desa Sienjo, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi – Moutong (Parimo), akhirnya berhasil diringkus oleh Tim Gabungan Polisi Resort (Polres) Parimo pada Sabtu 18 Juli 2020 sekitar pulul 23.00 wita dan kini telah ditahan di Markas Polres Parimo.

Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Efendi Lubis SIK yang dikonfirmasi Ahad pagi tadi (19/7), membenarkan informasi tersebut.

“Ya benar, kita telah menangkap pelaku inisial MA alias AS pada tanggal 18 Juli 2020 sekitar pukul 23.30 wita atau 30 jam setelah pelaku membantai para korban,” ucap Kapolres Zulham.

Ditambahkan Kapolres, penangkapan terhadap tersangka berlangsung pada malam hari di sekitar pasar Toribulu.

Tersangka AS sendiri, diketahui merupakan tetangga dekat korban yang bahkan sebelumnya sempat bekerja di toko milik korbannya.

“Keberhasilan ini adalah berkat doa dan upaya kita semua, termasuk kepedulian masyarakat yg telah memberikan informasi akurat terhadap petugas di lapangan”, tandasnya.

Saat ini tersangka masih dilakukan pemeriksaan intensif di kantor Satuan Reskrim Polres Parimo.

“Berdasarkan bukti yang telah kita miliki, MS alias AS dipersangkakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana”, tutupnya.

Diketahui sebelumnnya, pelaku dengan sadisnya membunuh korban yakni Rara, seorang anak perempuan yang masih berusia 16 tahun serta adiknya Imam Maulana yang berumur 12 tahun.

Imam diketemukan telah terbujur kaku (meninggal,red) di tempat kejadian perkara (tkp) yang berada tepat di Rumah Makan (RM) Waletta desa setempat, pada Jum’at (17/7) beberapa hari lalu. Sementara Rara, meninggal di RSUD anuntaloko Parimo akibat kehabisan darah.

Selain kedua korban kakak beradik itu, ibu korban yang diketahui bernama Nisma hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Anuntaloko Parimo.

Pada awalnya, kasus pembunuhan ini di duga kuat akibat pelaku yang diketahuan ingin melakukan aksi pencurian atau perampokan di rumah korbannya.

Namun pada akhirnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, tak satupun barang barang berharga milik korban yang hilang atau dibawa pelaku. Beberapa warga di tkp menuturkan, bahwa motif dari pembunuhan itu diakibatkan sakit hati (dendam,red) terhadap para korbannya.

(Adrian)

News Feed